Archive for month: Januari, 2023

Sekretaris Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar SE MSi menyerahkan medali dan piagam kepada pemenang kegiatan ADI Fair 2023 di Pantai Penyu 2, Lhok Nga, Aceh Besar.

Rumpet — Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh yang merupakan lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah Aceh menggelar ADI Fair tahun 2023 di Kompleks Markas Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Sedangkan untuk pengumuman pemenang dan pembagian hadiahnya berlangsung di Pantai Penyu 2, Lhok Nga, Aceh Besar.

Kegiatan dengan tema “dai kuat pikiran sehat” itu diikuti oleh puluhan peserta putra dan putri. Aneka perlombaan untuk putra diantaranya tahfiz al quran tiga juz, tahfiz hadits, pidato, khutbah jumat, tenis meja dan cerdas cermat.

Sedangkan untuk putri yaitu tahfiz al quran satu dan tiga juz, pidato, cerdas cermat, daur ulang, cooking competition, short movie dan drama kontes.

Direktur ADI Aceh, Dr Abizal M Yati, Lc MA, Selasa (31/1/2023) mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya yang diikuti oleh mahasiswa ADI dengan tujuan utama untuk menggali dan meningkatkan potensi para mahasiswa.

Selain itu untuk mempererat ukhuwah dalam berdakwah guna memaksimalkan peran dai dalam pembinaan ummat.

“Saat ini ummat sangat membutuhkan peran dai dalam pembinaan keimanan dan akidah. Oleh karena itu kehadiran dai di tengah-tengah masyarakat sangatlah penting dan diperlukan,” kata Abizal.

Ia menambahkan para pemenang ADI Fair itu akan mendapatkan hadiah berupa medali, sertifikat dan bingkisan menarik lainnya sebagai bentuk penghargaan dan motivasi kepada para peserta agar senantiasa mengembangkan potensi dan keilmuan mareka.

Sementara itu Sekretaris Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar SE MSi mengatakan dirinya menyambut baik dan sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya dengan pelaksanaan ADI Fair itu maka para mahasiswa akan dapat menyalurkan bakat minat mereka dan sekaligus dapat mengukur diri sendiri terhadap penyerapan bidang studi dan ilmu yang mereka pelajari selama ini.

“ADI Fair ini merupakan ajang pertunjukan bakat dan kebolehan mahasiswa. Hal ini sangatlah bermanfaat bagi mareka dalam rangka pembentukan skill keilmuan yang selama ini mereka timba dan pelajari dari para ustad-ustad dan pengajar mereka. Sehingga nantinya akan memudahkan mareka ketika berada di lingkungan masyarakat,” kata Zulfikar.

Adapun para pemenangnya sebagai berikut,
Untuk katagori putra, juara I tahfiz al quran tiga juz diraih oleh Sayyid Sabiq, tahfiz hadits oleh Ihsan Fitra, pidato oleh Elvin Hidayat, khutbah jumat oleh Doni Pranata Sitakar, tenis meja oleh Hikmah Pasaribu dan cerdas cermat diraih oleh regu C.

Katagori Putri, juara I tahfiz satu juz diraih oleh khayrani, tahfiz tiga juz oleh Alda Yanti, pidato oleh Fitriani, cerdas cermas oleh kelompok Khatijah, drama kontes oleh kelompok Aisyah, short movie oleh kelompok Fatimah, cooking competition oleh kelompok Khatijah dan daur ulang oleh kelompok Khatijah.


Oleh : Afrizal Refo, MA

Tidak terasa saat ini kaum muslimin semuanya sudah memasuki bulan Rajab 1444 H, Tepatnya pada tanggal 23 Januari 2023.
Artinya tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan setelah melewati Bulan Rajab dan Sya’ban.

Bulan Rajab adalah salah satu Bulan haram yang terletak antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)

Ayat di atas merujuk pada empat bulan, dengan Allah SWT secara khusus memerintahkan kita untuk tidak menganiaya diri sendiri pada bulan-bulan tersebut. Di bulan ini juga tidak boleh perang.

Setiap perbuatan dosa diberi hukuman yang besar. Sebaliknya, setiap amalan juga dibalas lebih besar.

Ibnu Rajab mengatakan, “Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar pada orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan.  Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perpuataran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.” (Latho-if Al Ma’arif, 202)

Mengenai empat bulan yang dimaksud disebutkan dalam hadits dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).

Jadi, empat bulan suci tersebut adalah (1) Dzulqa’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab.

Kalau kita cermati dari hadits diatas maka hanya bulan Rajab yang berdiri terpisah dari bulan-bulan haram lainnya, sehingga bulan Rajab juga disebut ‘Rajab al-Fard’ atau ‘Rajab Yang Terpisah’.

Allah SWT menjadikannya sebagai bulan haram untuk menjaga keselamatan orang-orang selama umrah.

Dilihat dari sejarahnya, banyak orang Arab pada masa pra-Islam tidak menghormati kesucian Rajab, dan mereka sering mengubahnya ke tempat lain di tahun itu sehingga mereka bisa berperang di bulan ketujuh. Mereka akan berpura-pura bahwa Rajab berada di bulan yang berbeda untuk menyesuaikan dengan agenda politik mereka sendiri.

Namun hal itu tidak berlaku bagi suku Mudar, yang secara konsisten mengamati urutan bulan lunar dan menghormati bulan Rajab sebagai bulan haram. Jadi, ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menegaskan bulan-bulan suci, dia menamakannya sebagai ‘Rajab Mudar’.

Apa Maksud Bulan Haram?
Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah berkata:

“Dinamakan bulan haram karena dua makna: Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat Zaadul Masiir, tafsir surat At Taubah ayat 36)

Karena pada saat itu adalah waktu yang sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram.

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.”

Bahkan Ibnu ’Umar, Al Hasan Al Bashri dan Abu Ishaq As Sa’ibi melakukan puasa pada seluruh bulan haram, bukan hanya bulan Rajab atau salah satu dari bulan haram lainnya. (Latho-if Al Ma’arif, 214).

Namun sekali lagi, jika dianjurkan, bukan berarti mesti mengkhususkan puasa atau amalan lainnya di hari-hari tertentu dari bulan Rajab karena menganjurkan seperti ini butuh dalil.

Ibnu Rajab Al Hambali berkata, “Hadits yang membicarakan keutamaan puasa Rajab secara khusus tidaklah shahih dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, begitu pula dari sahabatnya.” (Latho-if Al Ma’arif, 213).

Hati-Hati dengan Maksiat di Bulan Haram
Ibnu ’Abbas mengatakan, “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207)

Keutamaan Bulan Rajab

Keutamaan bulan Rajab yang paling jelas adalah karena bulan ini merupakan salah satu dari empat bulan haram.

Di mana Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi orang yang mengerjakan amal shalih, dan memberikan balasan yang lebih besar bagi mereka yang berbuat dosa.

Oleh karena itu mari di bulan Rajab ini kita perbanyak bertaubat dengan cara istighfar dan memperbanyak melakukan amal shalih lainnya seperti membaca Alquran, puasa Sunnah, bersedekah, shalawat dan lain sebagainya

Selain itu, keutamaan lain dari bulan Rajab yang mungkin jarang diketahui adalah bulan ini menjadi waktu di mana terjadinya peristiwa bersejarah dan penting. Yakni, Perjalanan Isra’ Mi’raj, yang terjadi pada malam 27 Rajab.

Selain itu, pada bulan Rajab itu pula Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menerima dua hal penting untuk kepentingan umatnya dalam perjalanan Isra’ Mi’raj yaitu perintah Allah untuk melaksanakan shalat lima waktu, yang menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari dalam beribadah kepada Allah SWT dan turunnya dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah, di mana Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Penulis adalah Dosen PAI IAIN Cot Kala, dan Sekretaris Umum Dewan Dakwah Kota Langsa.


Oleh Afrizal Refo, MA

Fenomena Lato Lato, Baru-baru ini permainan anak lato-lato tengah viral di berbagai media sosial terlebih di akun TikTok. Salah satu permainan tradisional ini banyak dimainkan oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Awalnya permainan ini hanya terlihat biasa saja, namun dari teknik bermainnya akan membuat seseorang ingin mencoba lagi dan bahkan diperlombakan, yang bisa membunyikan paling lama akan menjadi pemenang.

Aneh memang, hampir seluruh Indonesia khususnya Aceh, baik di kota maupun desa semuanya memainkan permainan Lato-lato tersebut, sehingga tidak heran kita terus mendengarkan bunyi tok-tok-tok tersebut dimana-mana.

Memang sebagian orang mengatakan bahwa dengan adanya permainan Lato-lato ini, terdapat banyak manfaatnya diantaranya melatih konsentrasi dan kesabaran.

diantara manfaat lainnya adalah anak-anak sudah bermain Lato-lato dan mereka sudah jarang memainkan hp jenis game FF, PUBG, maupun Mobile Legend.

Meskipun demikian, masih ada dikalangan remaja maupun dewasa yang memainkan jenis permainan tersebut yang membuat kelalaian dan menghabiskan waktunya untuk hal yang tidak bermanfaat.

Dilihat dari sejarahnya, ternyata permainan Lato-lato ini sudah ada sejak tahun 1960-an hingga 1970-an yang dipopulerkan di belahan dunia seperti Eropa dan Amerika Serikat.

Di negara asalnya permainan tersebut bernama clackers, click-clacks, atau knockers.

Dahulu terbuat dari kaca kemudian lambat laun berubah jadi kayu dan atom.

Permainan Lato-lato ini sempat dilarang dinegara tersebut karena mengandung bahan kimia maupun radioaktif serta mudah terbakar.

Tiga tahun kemudian, kewenangan tersebut diperluas, yakni dengan melarang penjualan mainan clackers di pasaran. Permainan yang awalnya dipasarkan sebagai cara untuk mengajari anak-anak koordinasi tangan dan mata itu bisa menjadi proyektil, sehingga dikeluarkan peringatan untuk mencegah kebutaan.

Dan kini entah siapa yang memulai dan mempopulerkan permainan Lato-lato tersebut di Indonesia khususnya Aceh.

Efek Lato Lato

Adapun efek dari Lato-lato tersebut yakni suara yang dihasilkan dua bandul tersebut telah merambah sampai ke sekolah, para siswa membunyikan ketika di Sekolah dan bahkan saat pelajaran sedang berlangsung sehingga menimbulkan kebisingan.

Selain itu, ada juga yang mengalami benjol di dahi karena terkena lato-lato bahkan sampai menjerat leher dan belum lagi ada yang talinya putus sehingga terkena orang lain atau pecah kaca, sehingga membuat suasana belajar pun menjadi kacau.

Baru-baru ini, viral lato-lato kena mata seorang bocah berinisial AN di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Usai bermain dari rumah temannya, AN pulang dengan luka dibagian mata setelah terkena serpihan bola lato-lato. Hal tersebut mengakibatkannya harus menjalani operasi mata lantaran terluka di bola matanya.

Maka oleh karena itu, perlu dari pihak pemerintah terkait untuk memperhatikan dan mengatasi jenis permainan ini untuk tidak menyebar kemana-mana.

Dan sebaiknya tidak memainkan lagi permainan tersebut dan harapannya permainan Lato-lato ini bisa dibatasi sehingga tidak menyebabkan hal-hal yang buruk terjadi.

Penulis adalah Dosen Pendidikan Agama Islam IAIN Langsa, dan Sekretaris Umum Dewan Dakwah Kota Langsa.