Sejak Tanggal 25 November 2025 hingga sekarang Sabtu 17 Januari 2026 peristiwa banjir bandang Aceh, Sumut dan Sumbar belum sepenuhnya tertangani karena peristiwa ini bagi masyarakat Aceh menganggapnya seperti Tsunami jilid 2 untuk Aceh.
Kalau Tsunami 26 Desember 2024 banyak nyawa melayang disamping semua harta bendanya luluh lantak sekaligus. Tsunami hanya terjadi di Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Besar, Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Barat dan sedikit Kabupaten Aceh Singkil.
Semua area bersih diterjang ombak dan kejadian ini distihar oleh dunia, sehingga dalam setahun semua bangsa datang ke Aceh membawa bantuan dan merekonstruksi semua yang rusak dan hancur. Namun apa yang terjadi lebih kurang dua bulan yang lalu yang menimpa Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan sedikit Aceh Tenggara.
Namun Pemerintah Pusat belum ada tanda-tanda untuk mengistiharkan ini bencana nasional, walaupun seluruh komponen masyarakat Aceh menginginkannya agar proses pemulihan bisa dilaksanakan dengan secepat mungkin.
Peristiwa musibah kali ini walau nyawa manusia tidak begitu banyak yang melayang, kerusakan harta benda cukup banyak dan tidak mungkin dapat dibersihkan walau dalam jangka masa enam bulan. Karena hampir setiap rumah penduduk yang tidak hilang, pasti kebagian lumpur yang sangat sukar untuk dipindahkan di dalam rumahnya, pekarangannya, dan lingkungannya.
Selain dari itu banyak rumah-rumah dan bangunan yang hancur tidak ada bekas lagi, banyak jembatan yang ambruk, banyak jalan-jalan desa, jalan kabupaten, jalan Kecamatan, dan Jalan Nasional sekalipun berlobang dan putus.
Ini memerlukan masa yang agak lama dan daerah pasti tidak mampu melaksanakannya karena dana pembangunannya sangat banyak.
Hal-hal yang sangat mendesak adalah rumah yang layak untuk dihuni, air bersih, jalan yang bersih dan tidak bercampur lumpur, bersih dari debu yang sangat mengaggu kesehatan, bulldozer atau excavator pembersih lumpur, pusat kesehatan yang memadai, gedung-gedung sekolah, pakaian sekolah bagi murid-murid, dan peralatan sekolah semuanya karena selama musibah ini di daerah-daerah yang terkena banjir dan tanah longsor, hampir semua keperluan murid-murid sudah tidak ada lagi untuk digunakan.
Demikian pula al-Qur’an, buku buku -Iqra’, buku-buku agama, yang semuanya telah habis ditelan banjir. Dalam hal yang sedang sekarat begini lalu ada para donatur dan para dermawan yang berhati mulia menyumbangkannya, maka ini sesuatu yang sangat dihargai dan diapresiasi.
Karena keperluan al-Qur’an di daerah-daerah terkena banjir bukan hanya diperlukan oleh anak-anak, akan tetapi orang dewasa-pun memerlukannya karena yang ada di rumah-rumah, di pesantren, di TPA (Taman Pengajian Al-Qur’an) dan tempat-tempat atau balai pengajian, di masjid-masjid dan meunasah-meunasah sudah hancur dan hilang dibawa air atau dikubur lumpur semuanya.
Malahan ketika kami berada di daerah-daerah terkena banjir dan tanah longsor, banyak permintaan buku Iqra, al-Qur’an dan kitab-kitab dasar-dasar keislaman yang mereka pesankan.

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Aceh telah banyak menerima al-Qur’an dari saudara-suadara kita di Pulau Jawa dan keluarga Besar Dewan Dakwah Aceh.
Selanjutnya kami juga menerima sumbangan al-Qur’an dari Encik Helmi dan Puan Perida, puan Jamaliah dan kawan-kawannya di Bangi-Selangor Malaysia, serta juga dari Dr. Al-Amin dari Selangor-Malaysia, semuanya telah kami serahkan kepada pihak-pihak yang mengalami musibah pada hari ini Sabtu 17 Januari 2026.
Alhamdulillah, hari ini saya Muhammad AR. (Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Provinsi Aceh, bersama anggota majelis Syura Dewan Dakwah Aceh, Tgk. H. Arafar (Toko Buku Alif Banda Aceh), dan kawan kami Pak Ismail (mantan Guru SMA 2 Banda Aceh) dan Ketua Dewan Dakwah Pidie Jaya (Tgk. Junaidi), telah menyalurkan bantuan Al-Quran ke Dayah Sirajul Huda, Desa Blang Awe, Dayah Ummul Ayman 2 desa Meunasah Bie, Dayah Mudir Hasani Meunasah Raya, Dayah Al-Hikmah Desa Bunot, Kecamatan Meuredu, dan juga kami distribusikan di TPA Meunasah Tijin Daboh serta TPA Meunasah Tijien Husen, yang terletak di Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya.
Hari ini sebagai tahap pertama kami telah mendistribusikan 250 Al- Quran (dari saudara kita di Selangor) kepada saudara-saudara kita dan anak-anak kita di daerah terkena banjir bandang, dan kami mengucapkan terimakasih dan jazakallah kepada saudara-saudara kita samada daripada Malaysia ataupun daripada Aceh dan Indonesia yang telah menyumbang al-Qur’an dan juga selainnya kepada saudara-saudara kami di Acheh.
Semoga pemberian kaum mulimin dan muslimat semuanya dapat bermanfaat bagi anak-anak umat Islam di Aceh, serta menjadikan ini sebagai amal baik yang akan ditulis oleh Malaikat dalam Illiyin, sambil berharap kepada Allah azza wajalla agar amalan ini menjadi saham akhirat kelak kepada para penyumbang.
Wassalam,
Prof. Dr. Muhammad AR. (Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh).






























