Tahun Baru Ajang Muhasabah Diri

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, rasa rasa nya baru kemaren kita memasuki bulan Muharram 1439 H, dan sebentar lagi kita akan bertemu lagi dengan Muharram 1440 H, begitulah manusia, senantiasa di sibukkan dengan berbagai kesibukan sehingga tidak terasa sudah di akhir tahun, maka ada hal penting yang perlu kita renungkan di moment ini, mari kita berhenti sejenak untuk menghitung hitung diri dan amal yang telah kita perbuat pada hari hari yang lalu, kemudian mengazamkan pada diri kita untuk memperkuat keinginan untuk memperbaiki dan menambah amal baik nya, sehingga kita tidak tergolong kedalam golongan orang orang yang merugi.

Dalam surat Al Hasyr :18 Allah berfirman :

“Hai orang-orang beriman, takut kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah disiapkannya untuk hari esok dan takut kepada Allah, karena Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Hasyr: 18).

Allah mengingatkan kita untuk senantiasa memperhatikan apa yang telah kita siapkan untuk hari esok, hari dimana tidak ada seorang pun mampu menolong kita, hari dimana semua manusia berjalan dan mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan nya secara sendiri sendiri, hari itu adalah hari pembalasan atas apa yang telah kita kerjakan di dunia.

Pada hari pembalasan nanti nya, tidak ada satupun manusia mampu membebaskan diri dari pertanggungjawaban amal, kalau di dunia kita masih bisa berkilah, berbohong dan merekayasa sehingga lolos dari hukuman, sementara diakhirat hal itu tidak mungkin terjadi, karena seluruh anggota tubuh kita menjadi saksi atas apa yang telah kita perbuat di dunia, dalam surat Fushilat ayat 20-21 Allah berfirman :

Apabila manusia sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata, dan telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” (QS. Fushilat: 20-21).

maka hari hari yang berlalu di dunia ini, bulan yang berlalu, tahun yang berganti, semua nya berjalan dengan maksud dan tujuan yang pasti, Allah kembali mengingatkan kita dalam surat Al Mukminun ayat 115, tentang akhir dari sebuah perjalanan, Allah Berfirman :

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-mukminun: 115).

Seseorang tidak akan mencapai tingkat derajat taqwa sehingga ia menghisab dirinya atas apa yang telah diperbuatnya, lalu kembali kepada Allah dari dosa, dan bertaubat dari kekurangannya dalam melakukan ibadah, karena muhasabah merupakan ciri bagi seorang muslim yang cerdas.

Rasulullah saw bersabda: “Semua anak-anak Adam pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik oang yang salah adalah yang bertaubat.” (HR. Ibnu Majah dan Darimi).

Hendaklah seseorang segera bertaubat dari kesalahannya, meminta ampunan dan berusaha lari meninggalkan dosa dan siksa akhirat ketika masih ada kesempatan ketika hidup di dunia, karena jika tidak berusaha untuk lari dari siksa semenjak di dunia, maka ia tidak akan dapat lagi lari dari siksa di akhirat kelak, tak akan ada peluang dan jalan lagi untuk lari dari azab Allah, setiap anggota badannya akan dibelenggu dan bersaksi kepada Allah, Allah swt. berfirman:

Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” (QS. Fushilat: 20-21).

Bahkan bukan Cuma anggota tubuh yang menjadi saksi, bumipun akan menceritakan setiap kejadian yang ada di dalamnya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu hurairah bahwa Rasulullah saw suatu ketika membaca firman Allah:

“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS. Surat Al-Zilzalah: 4)

Para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum bertanya”, wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan menceritakan setiap kejadiannya? Rasulullah menjawab:

“Akan bersaksi setiap hamba atau setiap umat terhadap apa yang telah dilakukannya di atas punggungnya, lalu berkata: ia melakukan ini dan itu pada hari ini dan hari itu.” (HR. Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Hibban).

Maka oleh karena itu wahai saudara ku, mari kita cermati juga pesan Khalifah Umar bin Al-Khattab ra yang sangat populer untuk menjadi renungan kita bersama:

“Hitunglah dirimu sebelum dihitung, dan timbanglah amalmu sebelum ditimbang, dan bersiaplah untuk dihadapkan kepada Allah pada hari penghadapan yang besar.” Sebagaimana firman Allah:

“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah)”. (QS. Al-Haaqoh: 18).

Salah satu ciri muslim yang cerdas adalah yang senantiasa menghisab dirinya atas segala yang telah diperbuatnya, lalu bertekad untuk memperbaiki kualitas ibadah nya dan bertaubat dari segala dosa nya.

Dari Syaddad bin Aus ra. Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang selalu menginstrospeksi diri dan beramal untuk kematiannya. Orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan saja kepada Allah.”

Maka oleh karena itu saudara ku, kita telah berada dipenghujung tahun 1439 H dan sebentar lagi akan memasuki tahun 1440 H, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar hari hari kita kedepan berlalu dengan baik dan bermakna, dan setiap yang kita lakukan dapat kita pertanggung jawabkan di yaumil akhirat kelak.

Pertama, kita bertanya pada diri kita terlebih dahulu, apakah amal shaleh yang kita lakukan kemaren sudah menggembirakan atau belum, apakah kita sudah mengisi hari hari yang kita jalani dengan kebaikan demi kebaikan, apakah kita sudah melakukan ibadah dengan sungguh sungguh, dengan penuh keikhlasan, atau kita telah banyak mengabaikan berbagai kesempatan yang Allah berikan untuk berbuat baik, untuk menolong orang lain dan beribadah dengan khusyuk, atau bahkan kita telah gunakan waktu dan kesempatan yang Allah berikan untuk berbuat maksiat kepada Nya, meninggalkan sholat dan bahkan tidak mengindahkan seruan seruan Nya, meninggalkan syariat syariat Nya, mari kita renungkan dan azam kan tekad untuk bertaubat kepada Allah, kita perbaiki yang kurang untuk hari esok yang lebih baik.

Kedua, yang perlu kita renungi dan perbaiki adalah keluarga dan rumah kita. Mari kita renungkan apakah kemaren kita sudah menghadirkan cahaya iman dalam keluarga kita, bersama sama dengan anggota keluarga menuju ketaatan kepada Allah? Karena sejatinya rumah seorang muslim adalah cerminan kebaikan bagi dirinya, keluarga nya dan tetangganya, keluarga juga bagian kecil dalam menciptakan daerah atau wilayah yang di Ridhai oleh Allah, daerah yang dirahmati oleh Allah, karena daerah atau wilayah adalah kumpulan keluarga keluarga.

Menjadi bahan renungan juga apakah rumah kita sudah disirami oleh ayat ayat suci? Atau bahkan tidak pernah dibacakan ayat suci Al Qur’an? Jika rumah hampa dari siraman ayat ayat suci Al Qur’an, bahkan selama satu tahun belakangan tidak pernah dibacakan ayat suci Al Qur’an, maka rumah tersebut laksana kuburan, penghuninya tidak mendapatkan ketenangan, ketentraman, kehidupan nya tidak ada keberkahan, dan mengalami kehidupan yang sempit, jika ini terus terjadi maka dapat berdampak pada keributan antar anggota keluarga, dan tentunya akan berdampak pada produktifitas diri dan sosial.

Rasulullah saw bersabda: Dari Abdurrahman bin Sabith, Rasulullah bersabda: “Rumah yang dibacakan di dalamnya Al-Quran akan banyak kebaikannya, diluaskan bagi penghuninya, dihadiri oleh malaikat dan setan pergi darinya. Dan rumah yang tidak dibacakan di dalamnya Al-Quran, maka akan merasa sempitlah penghuninya, sedikit kebaikan di dalamnya, malaikat pergi darinya dan dihuni oleh para setan. (HR. Abdul Razak dan Dailami).

Karena itu rumah yang selalu terdengar lantunan ayat suci Al Qur’an, keberkahan itu mengalir, para penghuninya menjadi tentram, kelapangan hidup serta kebaikan demi kebaikan tumbuh berkembang.

Ketiga, yang perlu kita hitung-hitung dan instrospeksi adalah hak tetangga dan masyarakat dan kewajiban kita kepada mereka. Apakah kita sudah menyampaikan amanat yang diembankan kepada kita dengan baik, ataukah kita khianati amanat tersebut? Sudahkah hak-hak bertetangga dan bermasyarakat kita tunaikan dengan baik? Jika belum bermohonlah ampunan kepada Allah atas setiap kelemahan kita dalam menjalankan kewajiban terhadap sesama hamba yang beriman. Rasulullah saw bersabda;

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda: Hak muslim atas muslim yang lain ada enam. Sahabat bertanya, apakah itu Ya Rasulullah? Rasul menjawab: Apabila bertemu ucapkanlah salam, apabila ia mengundangmu maka penuhilah, apabila meminta nasehat kepadamu, nasehatilah, apabila sakit jenguklah dan apabila meninggal dunia hantarlah jenazahnya. ( HR. Muslim).

jika kita memperhatikan kehidupan saat ini, maka sungguh memprihatinkan, kehidupan individual saat ini cenderung membuat satu sama lain tidak saling kenal bahkan saling curiga, hal ini sangat bertolak belakang dan jauh dari nilai-nilai mulia agama islam, Sehingga terlihat kehidupan ukhuwah islamiyah terasa hambar dan mulai memudar, mari kita perbaiki dan mulai dari keluarga kita, insya Allah kehidupan yang penuh ukhuwah, penuh dengan aura kasih sayang, semangat saling menasehati dan saling tolong menolong kembali tercipta.

Semoga kita semua dapat terus berazam, menanamkan tekad yang kuat dalam dada untuk menjadi seorang hamba yang taat kepada Allah, hamba yang cerdas, dapat membawa dan memberikan kebaikan bagi keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Amiin ya rabbal alamiin…

Penulis : M. Sanusi Madli (Sekretaris Dayah Al ‘Athiyah Banda Aceh, Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Aceh).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.