KENAPA ADA COVID-19?

Corona Virus Disease-19 (Covid-19) merupakan satu jenis penyakit yang tergolong dalam kategori penyakit tha’un dalam bahasa agama atau virus, pandemi atau epidemi dalam bahasa umum. Mengikut keyakinan doktrin agama ia dapat muncul kapan saja manakala Allah menghendakinya, dan biasanya ia akan datang ketika hamba Allah sudah menyimpang prilaku hidupnya berada di luar ketentuan agama seperti tidak menyembah Allah, rusaknya akhlak, dhalimnya segolongan manusia terhadap golongan lainnya, dan seumpamanya. Sementara dalam keyakinan orang-orang yang tidak bertuhan kepada Allah wabah tersebut datang dikarenakan oleh ciptaan manusia dari hasil penelitian di laboratorium, datang dibawa hewan seperti kelelawar, babi, anjing dan lainnya.

Khusus untuk Covid 19 ini dunia menganggap berawal dari wilayah Wuhan negeri Tiongkok (China), yang menurut USA sengaja diciptakan China sebagai senjata mutakhir untuk menghancurkan sesuatu bangsa dan menempatkan dirinya sebagai penguasa dunia (super power). Semua anggapan dan analisa tersebut dapat diterima akal walaupun kebenarannya hanya ada satu; apakah ia murni ciptaan Allah atau ciptaan manusia atas izin Allah SWT. Terlepas dari itu semua sejarah telah membuktikan semenjak zaman nabi Nuh AS, nabi Musa, nabi, Shalih, nabi Syu’aib, nabi Luth, nabi Hud, nabi Isa bahwa bala itu datang ada proses sebab akibat dengan prilaku kehidupan ummat manusia yang menyimpang dengan doktrin ketuhanan.

 

ASAL MUASAL

Sejumlah surat kabar dan media massa telah melaporkan klaim para ilmuwan China bahwa COVID-19 diduga berasal dari kelelawar yang disimpan dalam laboratorium pemerintah China di Wuhan. Surat kabar dan media massa asal Inggris seperti Daily Mail, Express, The Sun, Daily Star dan Mirror ikut melaporkan tentang klaim tersebut. Klaim tersebut tidak dapat dibantah pada dataran awal munculnya di Wuhan oleh siapapun karena sebelum merebak keseluruh dunia Covid-19 memang berawal dari Wuhan. Persoalan ia benar berasal dari kelelawar, atau dari ciptaan manusia secara sengaja sebagai senjata, atau faktor kebetulan kehendak Khalik yang masih memerlukan penelitian konkrit dan objektif.

Walaubagaimanapun, sampai hari ini dunia sepakat kalau Covid-19 berasal dari Wuhan negeri China bahagian tengah yang muncul semenjak 17 November 2019 Menurut data pemerintah China, penyebaran virus ini tak terdeteksi dan tak terdokumentasi. Pemerintah menduga seorang pasien berusia 55 tahun dari provinsi Hubei menjadi orang pertama yang terinfeksi Covid-19. Semenjak itulah satu sampai lima kasus baru terjadi setiap hari. Pada 15 Desember 2019, jumlah total infeksi mencapai 27 orang setiap hari. Pada 17 Desember 2019 jumlahya meningkat menjadi 60 orang perharinya.

Pada 27 Desember, Zhang Jixian, seorang dokter dari Rumah Sakit Pengobatan Terpadu Cina di Provinsi Hubei, memberi tahu otoritas kesehatan China bahwa penyakit itu disebabkan virus corona baru. Pada waktu itu, lebih dari 180 orang telah terinfeksi, dan dokter belum mengetahui penyebabnya. Pada hari terakhir tahun 2019, jumlah kasus yang dikonfirmasi telah meningkat menjadi 266. Di hari pertama 2020, jumlahnya mencapai 381. Menurut situs laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus Covid-19 pertama yang dikonfirmasi di China adalah pada 8 Desember 2019. Namun, WHO tidak melacak penyakit itu sendiri, tetapi bergantung pada negara-negara untuk memberikan informasi tersebut.

https://www.dream.co.id/news/virus-corona-teridentifikasi-muncul-di-china-17-november-200313z.html

 

PENYEBAB COVID-19

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia, namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Ketika semua itu kita kaitkan dengan keyakinan agama Islam sesuai dengan kenyataan Al-Qur’an dan Al-Sunnah, maka kita temukan penyebab utama kenapa ada Covid-19. Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Umar berkata: aku adalah salah seorang dari sepuluh keluarga kaum Muhajirin yang berada di rumah kediaman Rasulullah SAW, lalu Beliau menghadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda: wahai kaum Muhajirin! Sesungguhnya ada lima perkara dan Aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak menemuinya, Beliau bersabda yang artinya:

  1. tidaklah muncul perbuatan keji (zina) pada suatu kaum sehingga mereka melakukannya secara terus terang kecuali Allah akan menimpakan kepada mereka wabah dan berbagai penyakit (tha’un) yang belum pernah menimpa terhadap orang-orang sebelum mereka; 2. Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangannya niscaya mereka akan ditimpa dengan tandusnya tanah, paceklik sepanjang tahun serta berkuasanya penguasa-penguasa yang dhalim; 3. Dan tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat hartanya kecuali Allah akan menimpakan kepada mereka bencana dengan tidak diturunkannya hujan dari langit kepada mereka dan kalaulah bukan karena binatang ternak niscaya Allah akan menahan turunnya hujuan selama-lamanya; 4. Dan tidaklah suatu kaum mengingkari janji antara mereka dengan Allah dan RasulNya melainkan Allah akan mendatangkan musuh-musuh dari luar kalangan mereka, lalu merampas sebahagian harta yang ada di tangan mereka; 5. Dan selama para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah dan tidak memilih yang terbaik dari apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah datangkan kepada mereka kesengsaraan (perpecahan) di antara mereka.

Kondisi yang tergambarkan dalam hadis tersebut sangat identik dengan gambaran firman Allah dalam surah An-Nahl ayat 112 yang artinya: “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari ni`mat-ni`mat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”.

Di musim Covid-19 ini manusia sudah diselimuti oleh rasa takut tidak berani keluar dan tidak berkesempatan mencari rizki, akibatnya kebanyakan mereka menjadi lapar dan hidup sengsara. Kondisi semacam ini tepat sekali sebagaimana gambaran Al-Qur’an dan hadits di atas yang mengindikasikan bahwa semua yang terjadi itu disebabkan oleh ulah dan prilaku manusia sendiri (Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 41). Manusia yang hidup di zaman Covid-19 ini benar-benar sudah berselimut dengan ketakutan dan kelaparan sebagaimana gambaran Al-Qur’an surah An-Nahl ayat 112 tersebut.

Dalam ayat lain Allah sebutkan pemerataan bala kepada semua manusia gara-gara kejahatan dan kedhaliman sebahagian mereka dan yang tha’at kepada Allah tidak mencegahnya: “Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”. Ayat ini selaras dengan hadis Rasulullah SAW yang artinya: “Apabila perbuatan-perbuatan ma’shiyat muncul di kalangan ummatku, maka Allah akan menimpakan azab dari sisiNya kepada mereka secara menyeluruh. Ummu Salamah bertanya: wahai Rasulullah! bagaimana bila di antara mereka terdapat orang-orang yang shalih? Rasulullah SAW menjawab: mereka juga ikut tertimpa musibah tersebut. Ummu Salamah bertanya: lalu bagaimanakah nasib mereka selanjutnya? Rasulullah SAW bersabda: orang-orang shalih tersebut ikut tertimpa bala yang menimpa kaumnya kemudian mendapat ampunan dan ridha dari Allah SWT”.

Manakala mau dicocokkan kandungan hadis Rasulullah SAW riwayat Ibnu Majah di atas dengan kondisi ril dunia dan mayoritas negara muslim hari ini, maka satu demi satu mendapat titik temunya. Pelaku zina merakyat di merata tempat secara terang-terangan yang disiarkan oleh media setiap hari, malah pemerintah membuka tempat-tempat zina secara resmi, layaklah Covid-19 sebagai balasan Allah bagi mereka. Pengurangan timbangan, pengurangan ukuran, pengurangan kualitas barang dalam perniagaan merajalela di pasaran, ditulis satu kilogram di paket makanan tetapi bobotnya sembilan on, ditulis lima meter pada kotak wayer tetapi isinya empat meter setengah, ditulis kualitas tinggi pada barang yang dijualkan tetapi kualitasnya super rendah sudah merajalela dalam kehidupan kita.

Orang-orang kaya dan yang sampai nisab zakat hartanya tetapi tidak membayar zakatnya sudah menjadi rahasia umum dalam kehidupan kita, orang-orang yang berjanji dengan Allah dan RasulNya dengan ikrar: inna shalati wanusuki wa mahyaya wa mamati (sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku karena Allah semat-mata), dalam kehidupan mereka hidup matinya untuk jabatan, untuk uang, untuk pasangan haram, untuk pimpinan dan seumpamanya. Para pemimpin yang enggan dan menolak secara terang-terangan Syari’at Islam sebagai Hukum Allah juga mewarnai negara-negara mayoritas muslim di belahan bumi ini. Maka layaklah Allah keringkan bumi, datangkan musim peceklik, datangnya musim kemarau, berkuasanya para pemimpin dhalim, datangnya musuh-musuh dari luar yang menguasai dan merampas harta benda, ekonomi, media, politik, terjadinya huru hara, perkelahian sesamanya menjadi jawaban kenapa Covid-19 harus ada di dunia.

Solusinya kembali ke Al-Qur’an yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi manakala mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (Al-A’raf: 96).

(Sebuah kajian Religius)

Oleh: Hasanuddin Yusuf Adan

(Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh & Dosen Siyasah Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry)