Islam Antara ‘Akidah, Syari’ah, Akhlak dan Bala (3)

Kondisi itu wujud tidak terlepas dari: pertama, manusia tidak mau beraqidah Islamiyah, kedua, karena yang beraqidah Islamiyah tidak mau bersyari’ah, dan yang ketiga, mereka semua tidak mau berakhlak karimah. Kasus hancurnya kaum nabi Nuh dengan banjir besar karena mereka tidak mau beraqidah yang benar yang digambarkan Al-Qur’an:

Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya). (Al ‘Araf; 64).

Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. (Asy-Syu’ara; 119-120).

Dalam kasus lain Allah telah berikan perumpamaan terhadap para pengganas seperti pengganas terhadap muslim di Palestina, di Rakhine State Myanmar, di Uyghur Tiongkok, di India, dan sebagainya yang menyiksa ummat Islam. Sebahagian mereka juga menyiksa dan membunuh hamba Allah yang tidak berdosa seperti gambaran Al-Qur’an terhadap kaum ‘Ad yang menyiksa dan membunuh orang-orang beriman dan mengikuti Nabi Hud as.;

Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis. (Asy-Syu’ara; 130). Karena kaum ‘Ad mendustakan dan tidak mau mengikuti dakwah nabi Hud maka Allah hancurkan mereka sebagai balasannya, firman Allah SWT:

Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. (Asy-Syu’ara; 139)

Terhadap kaum nabi Luth yang tidak mau meninggalkan amalan liwath (homoseksual) yang paling hina di antara amalan-amalan manusia maka Allah hancurkan mereka dengan hujan batu. FirmanNya:

Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. (Al-A’raf: 83-84).

Ketika penduduk Madyan menolak ajakan nabi Syu’aib untuk tidak mengurangi sukatan (timbangan) maka Allah azab mereka dengan gempa dahsya. Allah berfirman:

Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka (Al-A’raf; 91).

Manakala kaum nabi shalih yang mengingkari Allah maka Allah beri balasan kepada mereka:

Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat”.(Al-A’raf; 78-79).

Melihat kisah dan bala yang pernah terjadi untuk kaum nabi-nabi terdahulu yang tertera dalam Al-Qur’an, ia berkisar antara persoalan ‘aqidah, syari’ah, dan akhlak. Kaum nabi Nuh dihancurkan Allah karena persoalan ‘aqidah tidak mau beriman kepada Allah, kaum nabi Syu’aib dihancurkan Allah karena persoalan tidak mau menjalankan syari’ah Allah, dan kaum nabi Luth dihancurkan Allah karena persoalan runyamnya akhlak tidak mau meninggalkan liwath, demikian juga dengan kaum nabi shalih, kaum Saba, kaum Fir’aun, kaum Namrut, kaum Bani Israil, semuanya terkait dengan melawan Allah lewat penolakan iman, penolakan syari’ah, dan melanggar akhlak karimah.

Dunia hari ini dipenuhi oleh manusia-manusia angkuh yang penuh arrogan dengan kejahilannya masing-masing, sehingga mereka tidak mengakui adanya tuhan, atau tidak mengakui tuhan Allah sehingga melecehkan agama Allah satu-satunya yang sah yakni Islam. Islam diperalat dan dipermainkan mereka dengan berbagai skenario, mulai dari skenario Islam Ekstrim, Islam Militan, Islam Radikal, sampai kepada Islam Teroris. Semua itu jelas ciptaan mereka untuk melecehkan Islam dan melemahkan ummat Islam, sayang seribu kali sayang ummat Islam terbagi kepada dua golongan dalam konteks ini; pertama: ummat Islam jahil (bodoh), golongan ini menerima sepenuhnya skenario mereka sehingga dapat terlena dan terbuai dengan skenario tersebut; kedua: ummat Islam jahat yang mengutamakan kepentingan pribadi, kaum dan golongan dengan mengabaikan kepentingan Islam dan muslimin sehingga rela diperbudak dengan skenario-skenario tersebut dan mereka mengakui skenario tersebut. Ummat Islam jahat ini biasanya terdiri dari muslim sekuler, muslim plural, muslim liberal (Sepilis), muslim nasionalis, muslim komunis, dan sejenisnya yang sangat berbahaya bagi Islam dan ummat Islam sendiri.

Terkait dengan hukum, dunia yang dikuasai kafir hari ini menolak mentah-mentah berlakunya hukum Islam (Syari’ah) walaupun terhadap muslim di negara ummat Islam sendiri. Mereka merekayasa sedemikian rupa sehingga negara-negara mayoritas muslim yang belum dan mau memberlakukan Hukum Islam tidak berhasil melakukannya. Rekayasa ini sering dilakukan melalui muslim Sepilis, nasionalis, dan komunis dalam wilayah mayoritas muslim, mereka juga menggunakan dan memperalat HAM untuk menakut-nakuti ummat Islam yang mau menerapkan Hukum Islam dalam kehidupan mereka.

 

BERSAMBUNG…..ke bagian (4)

 

Bahagian ketiga dari empat artikel

Oleh: Hasanuddin Yusuf Adan

Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh & Dosen Siyasah Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry