Islam Antara ‘Akidah, Syari’ah, Akhlak dan Bala (1)

Sebagai agama paling akhir dari kalangan agama-agama samawi, Islam diturunkan Allah dalam kapasitas tauhid tetap mempertahankan keesaan Allah sebagaimana yang menjadi doktrin terhadap agama tauhid penurunan nabi Ibrahim A.S. terhadap kaum Yahudi dan kaum Nashrani. Baik kaum Yahudi, Nashrani maupun Muslim berawal dari sumber moyangnya yang satu adalah nabi Ibrahim A.S. yang mewariskan Isma’il dan Ishak. Ismail mewariskan keturunan terakhirnya tanpa nabi adalah suku Quraisy, dari suku Quraisy inilah hadir Muhammad bin Abdullah yang kemudian bergelar Rasulullah SAW karena diangkat Allah menjadi RasulNya. Sementara Ishak mewarisi Ya’kub dan Ya’kub mewariskan 12 orang keturunan yang kemudian populer dengan gelar Bani Israil karena Ya’kub mempunyai nama lain yakni Israil, jadi Bani Israil adalah keturunan nabi Ya’kub A.S.

Sebagai agama tauhid, Islam, Nashrani, dan Yahudi pada asasnya dan pada prinsipnya tidak dapat dibedakan karena sama-sama mengajak ummat dan kaumnya untuk mengtauhidkan Allah semata-mata. Namun apa yang disayangkan adalah manakala Allah turunkan Islam sebagai agama terakhir setelah Yahudi dan Nashrani dengan mengutuskan Muhammad bin Abdullah sebagai Rasul Allah SAW. seraya Allah perintahkan kepada seluruh penduduk dunia untuk menyembah Allah, masuk dalam agama Islam dan mengikuti Rasullah SAW. sebagai utusan dan nabi Allah yang terakhir, sebahagian besar kaum Bani Israil tidak mau mengikutinya karena Muhammad Rasulullah SAW. bukan datang dari keturunan Bani Israil dari jalur Ibrahim, Ishak, dan Ya’kub melainkan dari jalur Ibrahim, Ismail, dan bangsa Quraisy.

Dari sinilah muncul istilah kafir musyrik dan kafir alhul kitab (kitabi/kitabiyah) yang asal mulanya adalah kaum Bani Israil yang tidak mau mengikuti perintah Allah dan tidak mau bergabung dalam Islam karena Rasul bagi ummat Islam yang diutuskan Allah bukan dari jalur Bani Israil (kon asoe lhôk). Disebut kafir musyrik karena sebelum Islam datang mereka menyembah Allah, beriman kepada Allah, dan ikut Rasul-Rasul Allah, tetapi ketika Islam datang mereka tidak mau bergabung dengannya dan juga melepaskan diri dari kitab sebelum Al-Qur’an, maka jadilah posisi mereka dari kaum beriman menjadi kaum musyrik. Dikatakan kafir ahlul kitab (kitabi/kitabiyah) karena mereka tidak mau masuk Islam, tidak mau ikut Rasulullah SAW, dan tidak mau beriman kepada Al-Qur’an melainkan tetap yakin dengan kita pegangan dasarnya yang orijinal (Taurat, Zabur, Injil).

Diynul Islam yang Allah kokohkan dalam Al-Qur’an surah Ali Imran 19 dan 85, serta surah Al-Maidah ayat 3 menjadi satu-satunya agama benar di muka bumi ini bagi setiap ummat manusia yang bertuhankan Allah yang Maha Benar, Maha Besar, dan Maha Berkuasa. Secara logika manusia setiap produk yang baru lahir tentunya ada kelebihan dari produk sebelumnya, penyebab lahirnya produk baru juga karena ada kekurangan pada produk sebelumnya, makanya produk yang paling akhir wujud adalah menjadi produk yang lebih baik dan lebih sempurna. Kalau kita mau beri umpama terhadap kenderaan; dahulu ada mobil Chevrolet kemudian lahir Toyota lalu disaingi oleh Mercedes Benz, Audi dan sebagainya, maka yang lebih komprehensif adalah Mercedes Benz dan Audi. Toyota juga demikian, dahulu hanya mengandalkan Toyota Corona dan Toyota Corolla, kemudian lahir Toyota Fortuner yang lebih gagah, kekar, cepat, nyaman penggunaannya, maka yang menjadi rebutan sekarang adalah Toyota Fortuner karena ia lebih baik dan sempurna.

Demikianlah logika sepintas untuk menyatakan bahwa manakala Allah turunkan Diynul Islam dengan menafikan agama-agama lainnya bermakna Islamlah the best religion on the world to day and for the future. Lebih-lebih lagi ketika kaum Bani Israil yang mulanya menyembah Allah kemudian menyembah manusia dan menuhankan anak manusia, maka gugurlah gelar agama tauhid bagi agama yang mereka anut tersebut. Dalam keyakinan ‘aqidah, sekali gagal maka ia akan gagal untuk selamanya, itulah kondisi ril yang terjadi terhadap kaum Bani Israil yang sesudah gagal bertuhan Kepada Allah, yang sudah menolak Rasulullah SAW.yang tidak mau berpegang kepada Al-Qur’an, dan tidak mau bersaudara dengan ummat manusia yang di luar keyakinan mereka, maka sampai kapanpun mereka tetap berada pada posisi bathil, sesat lagi menyesatkan kecuali mereka beralih keyakinan kembali dengan memeluk Islam dan mengikuti segala aturan yang berlaku di dalamnya.

Islam sebagai agama yang paling diakui Allah kebenarannya menduduki jumlah penganut terbesar di dunia setelah Kristen (gabung Katolik dengan Protestan). Namun dalam percaturan politik dunia Islam dan ummat Islam selalu menjadi seperti tetamu di rumah sendiri, kenapa terjadi demikian adalah karena Islam menjadi Single fighter dalam kehidupan dunia. Langsung atau tidak langsung manakala Islam berhadapan dengan Kristen maka Yahudi, Hindu, Budha, dan lain agama semuanya menyatu dengan Kristen untuk mengganyang Islam. Lihatlah kasus yang terjadi terhadap muslim Rohingya di Rakhine State Myanmar yang dibakar, digorok, digergaji, dibunuh, dibakar hidup-hidup oleh bangsa Myanmar yang ganas seluruh dunia diam membiarkan hal itu ter terjadi. Di sisi lain mereka mengagung-agungkan HAM, tetapi HAM itu tidak berlaku untuk ummat Islam.

Lihat juga kasus yang terjadi terhadap muslim Uyghur di negeri Tingkok yang lebih parah dari kasus muslim Rohingya, mereka dijaga ketat tidak boleh keluar negeri, tidak boleh ke masjid secara bebas, dipaksa tunduk patuh terhadap ideologi komunis, yang tidak ikut disiksa, dipenjara, dibunuh dan seumpamanya. Sampai hari ini dunia diam seribu bahasa dan seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Demikian juga dengan kasus baru yang terjadi terhadap muslim di India, mereka dibunuh di jalan raya, harta mereka di bakar, dirampas, dirusak, dan dibinasakan tidak berbelas kasihan, seolah-olah ummat Islam tidak berhak hidup di dunia ini.

Sebaliknya di mana-mana negara mayoritas muslim seperti Indonesia, Brunei Darussalam, Arab Saudi, Pakistan, dan Turki, minoritas Kristen, Yahudi, Hindu Budha dapat hidup aman, tenang, dan tenteram tanpa ada sedikitpun diskriminasi dari mayoritas muslim di sana. Kenyataan ini membuktikan bahwa Islam memang agama paling rasional, paling objektif, paling soft, paling relevan untuk ummat manusia walau apapun agama mereka. Manakala orang-orang kafir membantah kenyataan tersebut maka ianya tergolong kedalam manusia-manusia irrasional, upnormal, seniwön dan pantengöng dalam terminologi ke-Aceh-an.

Dunia memang sudah terlanjur dikuasai oleh kafir semenjak berakhirnya perang dunia kedua yang terjadi 1 September 1939 – 2 September 1945 (6 tahun 1 hari). Perang ini berakhir dengan hasil yang sama sekali tidak menguntungkan Islam; pihak sekutu (USSR, USA, Imperium Britania, Tiongkok, Perancis, Australia, Afrika Selatan, Yunani, Belanda, Coslowakia, Filipina, dan lainnya) memenangkan perang dengan mengalahkan pihak reich ketiga/poros (Nazi Jerman, Jepang, Italia, Hongaria, Rumania, Bulgaria, Irak, Spanyol, Kroasia, dan lainnya) dan menghancurkan kuasa jepang dan Italia. Pada masa tersebut ditubuhkan Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations/UN) yang didominasi oleh pihak pemenang perang, lahir pula dua kuasa besar dunia di luar kekuatan Islam yakni United State of Amerika (USA) dan United State of Soviet Rusia (USSR), terjadi pula pemisahan negara-negara dunia menjadi blok kapitalis di barat yang dikuasai USA dan blok komunis di timur yang dikendalikan USSR, dan terjadinya perang dingin yang berhadapan antara USA dengan USSR. dalam masa lumayan panjang.

 

Bahagian pertama dari empat artikel

BERSAMBUNG….. ke bagian ke (2)

 

Oleh: Hasanuddin Yusuf Adan

Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh & Dosen Siyasah Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry