DEWAN DA’WAH ABDYA GELAR SEMINAR PEMIKIRAN ISLAM

Iin Supardi,S.S, M.E.I, selaku ketua umum Dewan Da’wah Abdya menyampaikan bahwa workshop dengan  tema  “Strategi  Membangun  Peradaban  Islam  dan  Menjawab  Pemikiran  Kontemporer” tersebut diikuti oeh unsure dari pemerintah, politisi, ulama, dosen, mahasiswa, pengurus ormas, pimpinan pesantren, guru dan pengurus Dewan Da’wah sebagai peserta aktif.

Workshop Ini bertujuan untuk membentuk pemikiran umat Islam yang memiliki semangat untuk membangun peradaban Islam yang kokoh di Aceh Barat Daya serta terbentengi dari Ghazwul Fikri”, ungkap Iin Supardi dalam sambutan dan laporannya.

Workshop ini dibuka oleh Sekda Abdya Drs. Ramli Bahar pada Senin malam di Mesjid Baiturrahim Pante Perak, Susoh. Beliau mengharapkan kerjasama yang baik antara pemerintah dan lembaga da’wah untuk memaksimalkan da’wah di Abdya. Dalam acara pembukaan tersebut, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah  (STIT)  Muhammadiyah  Ust.  Muchlis  Muhdi,  MA menyampaikan ceramah Islam tentang Pemetaan Da’wah Islamiyah dan Upaya Mempersatu Ummat di Aceh Barat Daya. Kegiatan yang berlangsung sampai hari selasa pukul 16.00 WIB tersebut dirangkai dengan penyampaian materi tentang Konsep Adab dan Peradaban dalam Islam, Sejarah Peradaban Islam Aceh, Indonesia dan Dunia, Infiltrasi Sekulerisme dalam Kurikulum 2013 serta Pemikiran Islam Kontemporer. Materi ini memberikan pencerahan yang cukup penting dan bermanfaat bagi peserta.

Selaku narasumber tunggal, Dr. H. Adian Husaini, MA menyampaikan pentingnya mengetahui tentang sejarah peradaban Islam sehingga akan lahir kembali peradaban Islam di masa depan. Beliau mengkritisi  tentang penetapan dan peringatan  Hari  Kartini,  karena secara adab seharusnya masih banyak tokoh wanita besar lainnya yang jauh lebih hebat, seperti Cut Nyak Dhien  dan Laksamana Malahayati  sebagai  Laksamana Perempuan terhebat,  yang pernah ada  di Indonesia yang juga perlu diperingati dan diingat perannya.

Dr. Adian berharap Aceh bisa menjadi kiblat kebangkitan Peradaban Islam tanah air, dikarenakan faktor sejarah Islam pernah jaya di Aceh dan keistimewaan Aceh untuk membangun peradaban yang berbeda dengan Indonesia secara umum. MoU Perdamaian dan UUPA yang ada bisa dijadikan modal penting  untuk  membangun  kembali  Peradaban  Islam di Aceh,  terutama  pendidikan  sebagai  syarat  awal membangun kapasitas manusia.

 

Abdya,  18 Juni 2014

 

Iin Supardi, SS, M.E.I

Ketua

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.