Abdul Muhri Pimpin Dewan Dakwah Aceh Singkil

Abdul Muhri resmi memimpin Dewan Dakwah Aceh Singkil periode 2018-2021. Abdul Muhri bersama pengurus lainnya dilantik oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA di Aula Kantor Camat Gunung Meriah, Minggu (17/3/2019).

 

Hadir dalam pelantikan tersebut perwakilan anggota DPD RI Perwakilan Aceh Drs H Ghazali Abbas Adan, Muspika Kecamatan Gunung Meriah, pimpinan Ormas, OKP dan undangan lainnya.

 

Ketua Panitia Tarzan Simarmata dalam laporannya mengatakan bahwa pelantikan ini dilakukan secara sederhana dikarenakan keterbatasan anggaran.

 

“Namun demikian kondisi ini tidak akan menurunkan semangat kami dan pengurus untuk mengemban amanah dakwah ke depan. Panitia juga mengucapkan terima kasih kepada  Bapak Ghazali Abbas Adan yang telah membantu terselenggaranya kegiatan pelantikan ini,” kata Tarzan.

 

Ketua Dewan Dakwah Aceh Singkil, Abdul Muhri SE, S.PdI usai pelantikan mengatakan amanah yang diberikan untuk memimpin Dewan Dakwah sangatlah berat disebabkan penguasaan terhadap ilmu keislaman dan pengalaman dakwah yang sangat terbatas.

 

“Oleh karena itu kami sangat mengharapkan dukungan dan bantuan dari semua pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil agar dapat memberikan perhatian lebih kepada kegiatan dakwah. Dan Dewan Dakwah Aceh Singkil akan senantiasa bekerjasama dengan pemerintah daerah dan Ormas Islam dalam pelaksanaan syariat islam secara kaffah,” kata Abdul Muhri.

 

Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA dalam sambutannya berharap pengurus yang baru dilantik dapat meneruskan perjuangan Allahyarham Mohd Natsir selaku pendiri Dewan Dakwah. Dimana salah satu fokusnya adalah mengawal aqidah umat dari upaya pemurtadan dan pendangkalan serta pengaruh paham sekularisme, pluralisme dan liberalisme dalam hidup dan kehidupan umat Islam.

 

Terlebih di tahun politik ini, dimana Dewan Dakwah didirikan sebagai sarana berpolitik melalui dakwah sebagai jawaban dari dibubarkan partai Masyumi. Selain itu juga sebagai sarana berdakwah melalui jalur politik,” kata Tgk Hasanuddin.

 

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN AR-Raniry ini menambahkan ada dua hal yang perlu dicamkan untuk menggerakkan aktivitas organisasi dakwah. Pertama, berbuat dan bekerja meskipun hanya didukung oleh beberapa orang atau tinggal sendiri sekalipun dan kedua, istiqamah dalam menjalankan program kerja yang sudah dirancang sehingga pada waktunya bantuan Allah akan turun.

 

“hal ini sudah dicontohkan oleh para nabi dan rasul di mana mereka awalnya berdakwah sendiri dan istiqamah dalam usahanya sehingga Allah membantu mereka,”jelas Tgk Hasanuddin.

 

Sementara itu, Bupati Aceh Singkil yang diwakili oleh Plt Asisten III Ilvi Rahmi S.STP menyambut baik keberadaan Dewan Dakwah di Aceh Singkil dan diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah di tengah beratnya tantangan dakwah di era globalisasi saat ini,  khususnya dalam proses pelaksanaan syariat Islam.

 

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu sinergisitas dengan Dewan Dakwah sangat diperlukan guna membawa ummat ke arah kemajuan dalam bingkai syariat Islam,” pungkasnya.

 

Adapun pengurus Dewan Dakwah Aceh Singkil yang dilantik adalah Abdul Muhri SE, S.PdI sebagai Ketua, Tarzan Simarmata sebagai Sekretaris, Ikhtiar S.Ag sebagai bendahara dan dibantu oleh biro-biro lainnya.

Puluhan Remaja Perbatasan Aceh Dibekali Dakwah Selama Libur Sekolah

BANDA ACEH (29/12) – Sebanyak 21 remaja tingkat SMP dan SMA dari Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil didampingi tiga dai perbatasan dibekali ilmu dakwah dalam pelatihan bertajuk ‘Daurah Safar’, 28-31 Desember 2018 di Banda Aceh.

Kegiatan yang diadakan Forum Dakwah Perbatasan (FDP) Aceh itu bertujuan untuk melahirkan generasi muda yang beriman, berakhlak qurani dan berkualitas di daerah perbatasan Aceh

Pembekalan berlangsung di dua tempat yakni Hotel Meurah Mulia Banda Aceh dan Kompleks Markaz Dewan Dakwah Aceh (DDA) di Gampong Rumpet, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Acara itu dibuka Ketua Umum FDP Aceh, dr Nurkhalis SpJP FIHA dan juga dihadiri Sekjen DDA Said Azhar SAg, Kepala Sekretariat MPU Aceh, Dr Syukri M Yusuf Lc MA, serta tamu lainnya.

Ketua Umum FDP Aceh, dr Nurkhalis SpJP FIHA mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang menurutnya sangat bermanfaat bagi peserta.

“Selain dibekali ilmu agama juga dapat mendorong peserta untuk terus bersemangat dalam belajar dan menuntut ilmu,” ujarnya.

Sebagai kader dai cilik di daerah perbatasan, kata Nurkhalis, para peserta harus memiliki dua kemahiran dalam hidup yakni siap belajar dan siap menjadi dai.

“Kami berharap para peserta dapat mengikuti daurah ini dengan serius demi kemaslahatan umat ke depan, minimal berguna untuk kampungnya dalam mengantisipasi aksi permutadan,” pesannya.

Hal serupa dikatakan Ketua Panitia, Enzus Tinianus MH, yang mengatakan daurah safar diadakan untuk mengisi waktu libur sekolah siswa dan sebagai daurah lanjutan yang sebelumnya diadakan di Singkil sekitar 2 bulan lalu.

“Kali ini daurah dilaksanakan di Banda Aceh supaya para remaja lebih semangat dalam mengikutinya,” ujarnya.

Para peserta dibekali materi tentang aqidah, akhlak, pemahaman Alquran, dan motivasi untuk menuntut ilmu. Selain itu, mereka juga diajak untuk berwisata ke Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, dan tempat wisata islami lainnya.

Pengurus Dewan Dakwah Pidie Resmi Di Lantik

 

Pidie (15/12) — Pengurus Daerah Dewan Dakwah Pidie periode 2018-2021 resmi dilantik oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA di Aula Kantor Bupati Pidie, Sabtu (15/12/2018).

Hadir dalam pelantikan tersebut Rektor Universitas Jabal Ghafur, Sulaiman Usman, Kepala BMK Pidie Adnan Saidan dan tamu undangan lainnya.

Ketua Dewan Dakwah Pidie, Tgk Junaidi Ahmad, S.Ag MH usai pelantikan mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Pidie telah menetapkan Gampong Percontohan Syariat Islam di mana Bupati Pidie Roni Ahmad yang langsung meresmikannya.

Ia berharap Dewan Dakwah Pidie dapat bersinergi dan bekerja sama dengan Pemda untuk bersama-sama menjalankannya.

“ini menjadi moment bagi Dewan Dakwah Pidie untuk bisa berkontribusi dalam melaksanakan amanah ummat itu,” kata Tgk Junaidi

Sementara itu Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA dalam sambutannya mengharapkan agar pengurus Dewan Dakwah Pidie dapat menaruh perhatian yang serius dengan gerakan dakwah di Pidie.

Menurutnya sejarah telah mencatat bahwa Pidie merupakan sumber pergerakan islam di Aceh. Salah satu contohnya adalah lahirnya Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) yang diketuai oleh Abu Daud Beureueh.

“dari itu Dewan Dakwah Pidie harus terus bergerak, jangan diam saja dan harus bekerja keras,” kata Tgk Hasanuddin.

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN AR-Raniry ini menambahkan tidak mungkin dakwah tidak bangkit di Pidie, apalagi kepengurusan sekarang berasal dari beragam profesi yang dapat memudahkan dalam bergerak.

“tentunya kami sangat mengharapkan dukungan dari tokoh masyarakat dan pemerintah daerah untuk kelancaran kegiatan Dewan Dakwah ke depannya dalam rangka memajukan kepentingan ummat,” kata Tgk Hasanuddin.

Ketua Panitia M Nazarullah, SAg mengatakan Pengurus Dewan Dakwah Pidie yang dilantik Tgk Junaidi Ahmad, SAg MH sebagai Ketua, Darwin Juaini, SAg MH sebagai Sekretaris, H Moenawar Daud, SAg MH sebagai Bendahara dan di bantu oleh bidang-bidang lainnya.

Seusai pelantikan acara dilanjutkan dengan Tausiyah oleh Alumni Al Azhar Dr Tgk Amri Fatmi Anziz Lc MA

Rombongan ABIM Malaysia Kunjungi Dewan Dakwah Aceh

 

Banda Aceh (5/12) — Rombongan Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) yang terdiri dari para pengajar di lembaga tersebut mengunjungi Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (5/12).

Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Abd Rahman bin Yasin dan berjumlah 24 orang itu disambut oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA dan pengurus lainnya.

“Alhamdulillah, terima kasih yang tak berhingga kami haturkan kepada rombongan ABIM yang sudah bisa berhadir ke Markaz Dewan Dakwan Aceh ini, semoga suatu saat nanti kami pun diberi kuasa untuk bisa hadir dan melihat lembaga pendidikan ABIM di Selangor, Malaysia,“ kata Tgk Hasanuddin Yusuf Adan ketika memberikan sambutan mengawali silaturrahmi tersebut.

Tgk Hasanuddin menjelaskan bahwa Dewan Dakwah merupakan organisasi berbentuk yayasan yang didirikan oleh salah seorang tokoh nasional yaitu Allahu Yarham Muhammad Natsir yang merupakan Perdana Menteri RI pertama yang juga Ketua Partai Masyumi pada saat itu. Dewan Dakwah di Provinsi Aceh sudah berdiri sejak tahun 1991 dan telah tersebar di 23 Kab/Kota.

“saat ini Dewan Dakwah Aceh sedang mengembangkan Akademi Dakwah Indonesia (ADI), dimana lulusannya minimal mampu menghafal 4 juz Al-quran. Selain itu juga mengembangkan dakwah di daerah perbatasan Aceh dari upaya kristenisasi,” jelas Tgk Hasanuddin.

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry ini berharap dapat bekerjasama dengan ABIM dalam hal pembinaan kaderisasi, pertukaran da’i dan saling tukar informasi demi kemaslahatan ummat.

Sementara itu pimpinan rombongan Abd Rahman bin Yasin menyambut baik silaturrahmi ini. Menurutnya banyak persamaan antara Dewan Dakwah dengan ABIM.

“ABIM sering berkomunikasi dengan Pimpinan Dewan Dakwah Pusat di Jakarta. Dan alhamdulillah hari ini kami bisa berkunjung ke Markas Dewan Dakwah Aceh,” kata Abd Rahman.

Ia menjelaskan kehadiran mareka di Aceh ini adalah dalam rangka wisata tsunami. Dan pada setiap wisatanya itu diwajibkan untuk mengunjungi salah satu pusat pendidikan. Maka mareka mendatangi Dewan Dakwah Aceh sebagai lembaga yang membina ADI.

“Silaturrahmi ini dalam rangka untuk saling memperkuat jaringan. Mudah-mudahan kedepannya ABIM dan Dewan Dakwah Aceh dapat terus bekerjasama untuk program-program lainnya,”pungkas Abd Rahman

Pengurus Dewan Dakwah Aceh Besar Resmi Di Lantik

 

Montasik (2/12) — Pengurus Daerah Dewan Dakwah Aceh Besar periode 2018-2021 resmi dilantik oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA di Mesjid Besar Al Jihad Montasik, Minggu (2/12/2018).

Hadir dalam pelantikan tersebut Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar, Adi Darma M.Pd, Muspika Kec Montasik dan tamu undangan lainnya.

Ketua panitia Marfiandi dalam laporannya mengatakan dipilihnya Mesjid sebagai tempat pelantikan agar Dewan Dakwah Aceh Besar lebih dekat dan dapat dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.

Ketua Dewan Dakwah Aceh Besar, Mulyadi S.Sos.I usai pelantikan mengatakan Aceh Besar merupkan salah satu Kabupaten di Aceh yang sangat luas wilayahnya, yaitu terdiri dari 23 Kecamatan dan 604 gampong dengan jumlah penduduknya mencapai 384.661 jiwa.

“ini semua akan menjadi lahan dakwah yang akan kita laksanakan. Dewan Dakwah Aceh Besar akan senantiasa bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten dan Ormas Islam serta yayasan-yayasan yang bergerak dalam bidang dakwah dan pendidikan untuk memajukan Kabupaten Aceh Besar. Dan kerja dakwah ini mestilah dilaksanakan secara ikhlas dan mengharapkan pertolongan Allah swt,” kata Mulyadi.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA dalam sambutannya mengharapkan agar Dewan Dakwah Aceh Besar dapat meningkatkan kegiatan dakwah, mengingat tantangan dakwah sendiri semakin hari semakin bertambah berat.

“Harapan ini sangatlah beralasan karena sebagian besar pengurusnya adalah kader binaan Dewan Dakwah alumni Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Jakarta. Dimana STID tersebut merupakan salah satu lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah,” kata Tgk Hasanuddin.

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN AR-Raniry ini menambahkan dakwah yang dilakukan oleh Dewan Dakwah diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan ummat. Khususnya di Aceh yang Islamnya sudah pernah berjaya dan memberikan kontribusi kepada Indonesia di masa dahulu kala.

“tentunya kami sangat mengharapkan dukungan dari tokoh masyarakat dan pemerintah daerah untuk kelancaran kegiatan Dewan Dakwah ke depannya,” kata Tgk Hasanuddin.

Sementara itu Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar, Adi Darma M.Pd dalam arahannya mengatakan tugas untuk berdakwah bukanlah hanya tugas Dewan Dakwah saja, akan tetapi juga menjadi tugas bagi semua orang Islam sebagaimana tersebut dalam quran surah Ali Imran ayat 104.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Besar kami sangat mengapresiasi terhadap pengurus yang sudah dilantik. Kami juga berharap Dewan Dakwah ini akan menjadi mitra pemerintah Kabupaten khususnya dalam pelaksanaan syariat islam secara kaffah,” kata Adi Darma.

Ia menambahkan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar sangat konsen dengan penegakan syariat islam. Dari itu diharapkan dukungan dari semua pihak khususnya Pengurus Dewan Dakwah yang baru dilantik.

“Salah satu buktinya adalah adanya seruan untuk menghentikan semua kegiatan di saat waktu shalat,” tegasnya.

Usai pelantikan dilanjutkan dengan Kajian Islam yang dibahani oleh Abu Muhammad Yus dengan topik Dakwah Sebagai Solusi Permasalahan Ummat.

Adapun Pengurus Dewan Dakwah yang dilantik sebagai berikut :
Ketua : Mulyadi S.sos.I
Sekretaris : Masrur Marzuki, MA
Bendahara : Hanisullah MA
dibantu oleh bidang-bidang

Dewan Dakwah Aceh Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

 

Dewan Dakwah Aceh meminta kepada seluruh masyarakat Aceh yang sudah memenuhi syarat untuk ikut serta dan berpartisipasi aktif dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yaitu dengan mengunakan hak pilihnya.

Selain itu menghimbau agar masyarakat Aceh memilih Calon Presiden, Wakil Presiden, anggota legislatif dan anggota DPD yang mempunyai integritas, amanah dan kapabilitas serta senantiasa mementingkan kemaslahatan ummat.

Dan juga menghimbau masyarakat Aceh untuk meningkatkan ketaqwaan, menjalankan syariat dan senantiasa memperbarui taubat agar bumi Aceh terhindar dari bencana.

Hal tersebut merupakan salah satu poin yang termaktub dalam Rekomendasi Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) Dewan Dakwah Aceh Tahun 2018 yang ditujukan kepada Masyarakat Aceh.

Pengarah acara Dr Badrul Munir, Lc MA, Senin (15/10/2018) mengatakan dalam Mukerwil yang berlangsung sejak 13-14 Oktober 2018 di Aula UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Quran, Dinas Syariat Islam Aceh itu menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya rekomendasi external yang ditujukan kepada Pemerintah Aceh, aparat keamanan, Ormas Islam Aceh dan masyarakat Aceh. Sedangkan rekomendasi internal ditujukan kepada Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah Dewan Dakwah.

“Rekomendasi kepada Pemerintah Aceh, diharapkan dapat menciptakan kondisi yang kondusif agar terlaksananya Pemilu yang jujur, adil dan damai. Pemerintah Aceh juga mendukung dakwah islamiyah dan senantiasa menjaga keberlangsungan penerapan Syariat Islam Kaffah di Aceh,” kata Badrul Munir.

Alumni Timur Tengah ini menambahkan rekomendasi lainnya agar aparat keamanan dapat menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat serta menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

“Kepada Ormas Islam di Aceh juga diharapkan dapat mengoptimalkan dakwah secara hikmah dan mau’idhah hasanah untuk mencari ridha Allah. Juga mengedepankan persatuan ummat dan menghormati perbedaan furu’iyah dalam bingkai ukhuwwah islamiyah,” ungkap Badrul Munir.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA saat penutupan Mukerwil meminta kepada Pengurus Daerah (PD) di seluruh Kab/Kota untuk membentuk dan mengaktifkan Pengurus Cabang (PC) di setiap kecamatan dalam wilayahnya dan mempersiapkan pendirian Akademi Dakwah Indonesia (ADI).

“kami juga berharap agar Pengurus Daerah dapat menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah setempat, Ormas, stakeholder dan para tokoh masyarakat. Dengan demikian harapan kita agar Aceh menjadi negeri yang baldhatun tayyibatun wa rabbun ghafur dapat segera terwujud,” pungkas Tgk Hasanuddin.