Selamat Hari Raya Aidil Fitri 14441 Hijriah

MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA AIDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR BATIN

ADI Aceh Adakan MASTAMA

Banda Aceh (26/8) — Sebanyak 17 mahasiswa baru Aka­demi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh mengikuti Masa Taaruf Mahasiswa (Mastama) di Markas Dewan Dakwah Aceh, Desa Rumpet, Ke­ca­ma­tan Krueng Barona Jaya, Kabu­paten Aceh Besar.

Kegiatan yang bertajuk “Menyiapkan generasi Da’i Ilallah yang berwawasan Luas dan menjunjung tinggi Akhlaqul Karimah” tersebut ber­langsung selama 3 hari dari hari senin (26/8/2019) sampai dengan Rabu (28/8/2019).

Kegiatan pembukaan MASTAMA ADI Aceh dihadiri oleh Ketua Dewan Dakwah Aceh Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MA, Sekretaris Dewan Dakwah Aceh, beserta pengurus ADI Aceh.

Ketua Panitia Pelaksana, Hanisullah, M.Pd mengatakan, kegiatan Mastama tersebut bertujuan untuk memperkenalkan program dan sistem perku­lia­han serta peraturan yang berlaku di ADI Aceh. Selain itu, mahasiswa baru akan mendapatkan penjelasan materi-materi yang berkaitan dengan dunia Islam dan dakwah agar menjadi bekal selama mengikuti perkuliahan.

“MASTAMA kali ini berbeda dari MASTAMA sebelumnya yaitu dilakukan pembukaannya pada malam hari dan juga di jadwalnya selama MASTAMA calon mahasiswa diwajibkan utk melakukan qiyamullail dan ini berlaku selama di ADI Aceh,” ujar hanis

sementara itu, Direktur ADI Aceh, Dr Muham­mad AR MEd mengatakan, ADI mem­punyai misi membantu mengawal pe­lak­sanaan syariat Islam dan mengan­tisipasi pendakalan akidah serta me­nyiapkan kader-kader dai yang mam­pu menjadi imam dan khatib salat Jumat yang nantinya akan ditempat­kan di daerah-daerah perbatasan dan pedalaman Aceh.

ADI merekrut mahasiswa baru dari daerah-daerah yang jauh dari dakwah Islam dengan harapan nantinya akan menjadi kader penerus dakwah di ma­sa yang akan datang. Mereka merupa­kan hasil seleksi dan verifikasi yang di­lakukan Tim Penerimaan Mahasis­wa Baru ADI beberapa waktu lalu.

“Dari puluhan yang mendaftar ha­nya 17 orang yang dinyatakan lulus,” ujar Muhammad AR

Muhammad menguraikan, Sebagian besar mahasiswa berasal dari daerah perbatasan dan pe­dalaman Aceh, di antaranya dari Subulussalam sebanyak 9 orang, Aceh Singkil 3 orang, Aceh Tenggara 1 orang Aceh Selatan 2 orang, Aceh Tamiang satu orang dan Gayo Lues 2 orang.

“Selama belajar di ADI Aceh, semua biaya kuliah, biaya asrama dan biaya makan digratiskan,” Terang Dosen UIN Ar Raniry ini

Muhammad AR yang juga Wakil Ketua Dewan Dakwah Aceh ini men­jelaskan, tenaga pengajar di ADI ter­diri atas 15 doktor dan puluhan master, lulusan sejumlah kampus di luar dan dalam negeri.

“Mahasiswa ADI belajar selama satu tahun dengan fokus utama mampu menghafal Alquran minimal dua juz, pemantapan bahasa Arab dan penguatan akhlak. Kemudian akan diseleksi kembali untuk melanjutkan kuliah program S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Jakarta, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam,” tutup Da’i yang dikenal ramah ini

ADI Aceh Gelar Tasyakuran

Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh menggelar tasyakuran dan pengukuhan kepada 19 mahasiswa angkatan ke IV dan ke V tahun akademik 2018/2019 di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Kab. Aceh Besar, Minggu (18/8/2018).

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh yang diwakili Sekretaris Umum, Said Azhar S.Ag MA yang didampingi oleh Direktur ADI Aceh, Assoc. Prof. Dr. Muhammad AR MEd dan Sekretaris ADI, Dr Abizal M Yati, Lc MA beserta para Wakil Direktur ADI.

Kegiatan itu turut dihadiri oleh anggota DPD RI Dapil Aceh Ghazali Abbas Adan, Kepala BMA yang diwakili oleh Shafwan Bendadeh SHI M.Sh, Majelis Syura Dewan Dakwah Aceh, perwakilan OKP dan Ormas, Muspika Kec. Krueng Barona Jaya, Keuchik dan tokoh masyarakat Rumpet serta orang tua wisudawan.

Tasyakuran dan pengukuhan itu juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN AR Raniry Dr Saifullah Yunus, MA dengan judul “Dakwah Adalah Jalan Para Rasul”.

Ketua Panitia yang juga Wakil Direktur II ADI Aceh Zulfikar Tijue SE dalam laporannya mengatakan ADI Aceh sudah berjalan selama 5 tahun dan telah melahirkan alumni sebanyak 50 orang. Masa belajar di ADI awalnya selama 2 tahun dan saat ini sudah menjadi 1 tahun.

Ia menambahkan para lulusan ADI sudah mampu menghafal al-quran hingga 3 juz, menghafal hadits arba’in dan juga berbahasa arab.

“Adapun yang dikukuhkan dan diwisuda tersebut, sebanyak 10 lulusan merupakan angkatan ke IV dan 9 orang dari angkatan ke V. Mareka ini berasal dari daerah perbatasan dan pedalaman Aceh. Dari Kota Subulussalam sebanyak 10 orang, dari Kab. Singkil 5 orang dan dari Kab. Simeulue, Kab. Aceh Tamiang, Kab. Aceh Selatan dan Kab. Aceh Jaya masing-masing sebanyak 1 orang,” kata Zulfikar.

Direktur ADI Aceh Direktur ADI Aceh, Assoc. Prof. Dr. Muhammad AR MEd dalam sambutannya mengatakan lahirnya ADI Aceh dikarenakan adanya kerisauan ketika melihat kondisi ummat terutama di daerah pedalaman dan perbatasan Aceh yang sudah lalai dari kewajiban yang diperintahkan kepadanya.

Ia mencontohkan di banyak tempat masih didapatinya mesjid-mesjid dan meunasah yang tidak ramai bahkan kosong saat waktu shalat tiba dan juga tidak ada Imam shalat. Ditambah lagi dengan perilaku manusia yang sudah tidak sesuai lagi dengan anjuran dan tuntunan agama.

“Mahasiswa lulusan ADI ini akan melanjutkan kuliahnya di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohd Natsir di Bekasi, Jawa Barat. Dan setelah selesai di STID, mareka akan kita tempatkan kembali ke daerah perbatasan Aceh untuk mengawal dan menjaga daerah tersebut. Dan ini sangat diharapkan dukungan penuh dari semua pihak,” kata Muhamammad AR.

Sementara Sekretaris Umum, Said Azhar S.Ag MA mengatakan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh merupakan lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah Aceh. Selama belajar di ADI Aceh para mahasiswanya tidak dipungut biaya alias gratis biaya pendidikan dan penginapannya. Selain itu para dosen pun tidak di bayar ketika mengajar.

“dari itu kami memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pengurus ADI Aceh dan juga kepada para dosen yang dengan suka rela tetap mau mengajar meskipun tanpa bayaran,” kata Said Azhar.

Ia menambahkan salah satu program utama dari Dewan Dakwah adalah program kaderisasi. Menurutnya kaderisasi secara formal dapat dilakukan melalui lembaga pendidikan seperti ADI dan STID. Sedangkan kaderisasi non formal dapat melalui pelatihan-pelatihan dakwah.

“dakwah merupakan kerja berkelanjutan dan dihadapkan dengan berbagai tantangan. Maka disiapkanlah ADI dan STID untuk menjawab tantangan tersebut serta untuk menyelesaikan persolaan eksternal dan internal ummat. Selain itu keberadaan dai sangat banyak dibutuhkan dengan kondisi dan pemahaman masyarakat seperti sekarang ini. Semoga saja keberdaan ADI Aceh menjadi salah satu solusi untuk kemaslahatan ummat,” pungkas Said Azhar.

Dalam kegiatan tersebut juga ditetapkan 3 lulusan terbaik ADI Aceh tahun akademik 2018/2019, yaitu Delno Hartomi dari Simeulue, Samsul Bahri dari Aceh Tamiang dan Hasri Yanto Cibro dari Subulussalam. Kepada mareka diberikan penghargaan yang diserahkan oleh anggota DPD RI Dapil Aceh Ghazali Abbas Adan.

Dewan Dakwah Aceh Berqurban 4 Sapi

Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Aceh berqurban 4 ekor sapi dan 3 ekor kambing dalam Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah.

Sejumlah hewan qurban dalam kegiatan dengan tema “Dewan Dakwah Aceh Sebar Qurban” itu berasal dari hasil ripee pengurus dan para simpatisan Dewan Dakwah serta donasi dari lembaga masyarakat lainnya.

“Alhamdulillah, Idul Adha 1440 H ini Dewan Dakwah Aceh masih bisa menyalurkan hewan qurban kepada keluarga miskin. Semoga di tahun mendatang akan banyak lagi hewan qurban yang bisa kita kumpulkan, sehingga akan banyak pula keluarga miskin yang akan menerima bantuan. Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayai Dewan Dakwah Aceh untuk menyalurkan hewan Qurban itu,” kata Koordinator Qurban Dewan Dakwah Aceh, Tgk Suwardi, Selasa (13/8/2019).

Tgk Suwardi mengatakan hewan qurban tersebut disalurkan dan disebar ke beberapa wilayah yang ada di Aceh. Diantaranya 1 ekor sapi disalurkan ke Gampong Kumbang Puenteut Kec. Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Hewan qurban tersebut berasal dari keluarga Besar Fatimah Zahra Travel Semarang yang disalurkan melalui BMH Hidayatullah Semarang ke Dewan Dakwah Aceh.

Dewan Dakwah Aceh juga menyalurkan 1 ekor sapi kepada masyarakat di Alue Riyeung Pulo Nasi Kec. Pulau Aceh, Kab. Aceh Besar yang merupakan donasi dari warga Lingkungan Mushalla An-Nur Dusun Mesjid Gampong Lueng Bata yang difasilitasi oleh Dewan Da’wah Aceh untuk disalurkan.

“Selanjutnya 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang berasal dari ripee (urunan dana) dari pengurus serta simpatisan Dewan Dakwah Aceh disalurkan untuk masyarakat Gampung Rumpet Kec. Krueng Barona Jaya, Kab. Aceh Besar. Juga kepada para mahasiswa dan dosen Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh serta kaum dhuafa yang berada di sekitaran markas Dewan Dakwah Aceh,” Ungkapnya.

Tgk Suwardi menjelaskan penyaluran hewan qurban tersebut bertujuan untuk membantu kaum dhuafa yang mungkin selama ini jarang menikmati daging. Juga melalui pelaksanaan qurban itu akan dapat di ambil hikmah dan pembelajaran dalam kehidupan atas pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim As beserta keluarganya.

“Direncanakan kedepan Dewan Dakwah Aceh akan memprioritaskan penyalurannya ke daerah-daerah yang jarang mendapatkan daging qurban. Semoga saja program ini akan terealisasi dan juga akan semakin banyak pula hewan qurban yang terkumpul,” pungkas Tgk Suwardi.

Abdul Muhri Pimpin Dewan Dakwah Aceh Singkil

Abdul Muhri resmi memimpin Dewan Dakwah Aceh Singkil periode 2018-2021. Abdul Muhri bersama pengurus lainnya dilantik oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA di Aula Kantor Camat Gunung Meriah, Minggu (17/3/2019).

 

Hadir dalam pelantikan tersebut perwakilan anggota DPD RI Perwakilan Aceh Drs H Ghazali Abbas Adan, Muspika Kecamatan Gunung Meriah, pimpinan Ormas, OKP dan undangan lainnya.

 

Ketua Panitia Tarzan Simarmata dalam laporannya mengatakan bahwa pelantikan ini dilakukan secara sederhana dikarenakan keterbatasan anggaran.

 

“Namun demikian kondisi ini tidak akan menurunkan semangat kami dan pengurus untuk mengemban amanah dakwah ke depan. Panitia juga mengucapkan terima kasih kepada  Bapak Ghazali Abbas Adan yang telah membantu terselenggaranya kegiatan pelantikan ini,” kata Tarzan.

 

Ketua Dewan Dakwah Aceh Singkil, Abdul Muhri SE, S.PdI usai pelantikan mengatakan amanah yang diberikan untuk memimpin Dewan Dakwah sangatlah berat disebabkan penguasaan terhadap ilmu keislaman dan pengalaman dakwah yang sangat terbatas.

 

“Oleh karena itu kami sangat mengharapkan dukungan dan bantuan dari semua pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil agar dapat memberikan perhatian lebih kepada kegiatan dakwah. Dan Dewan Dakwah Aceh Singkil akan senantiasa bekerjasama dengan pemerintah daerah dan Ormas Islam dalam pelaksanaan syariat islam secara kaffah,” kata Abdul Muhri.

 

Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA dalam sambutannya berharap pengurus yang baru dilantik dapat meneruskan perjuangan Allahyarham Mohd Natsir selaku pendiri Dewan Dakwah. Dimana salah satu fokusnya adalah mengawal aqidah umat dari upaya pemurtadan dan pendangkalan serta pengaruh paham sekularisme, pluralisme dan liberalisme dalam hidup dan kehidupan umat Islam.

 

Terlebih di tahun politik ini, dimana Dewan Dakwah didirikan sebagai sarana berpolitik melalui dakwah sebagai jawaban dari dibubarkan partai Masyumi. Selain itu juga sebagai sarana berdakwah melalui jalur politik,” kata Tgk Hasanuddin.

 

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN AR-Raniry ini menambahkan ada dua hal yang perlu dicamkan untuk menggerakkan aktivitas organisasi dakwah. Pertama, berbuat dan bekerja meskipun hanya didukung oleh beberapa orang atau tinggal sendiri sekalipun dan kedua, istiqamah dalam menjalankan program kerja yang sudah dirancang sehingga pada waktunya bantuan Allah akan turun.

 

“hal ini sudah dicontohkan oleh para nabi dan rasul di mana mereka awalnya berdakwah sendiri dan istiqamah dalam usahanya sehingga Allah membantu mereka,”jelas Tgk Hasanuddin.

 

Sementara itu, Bupati Aceh Singkil yang diwakili oleh Plt Asisten III Ilvi Rahmi S.STP menyambut baik keberadaan Dewan Dakwah di Aceh Singkil dan diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah di tengah beratnya tantangan dakwah di era globalisasi saat ini,  khususnya dalam proses pelaksanaan syariat Islam.

 

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu sinergisitas dengan Dewan Dakwah sangat diperlukan guna membawa ummat ke arah kemajuan dalam bingkai syariat Islam,” pungkasnya.

 

Adapun pengurus Dewan Dakwah Aceh Singkil yang dilantik adalah Abdul Muhri SE, S.PdI sebagai Ketua, Tarzan Simarmata sebagai Sekretaris, Ikhtiar S.Ag sebagai bendahara dan dibantu oleh biro-biro lainnya.

Aneka Lomba Meriahkan ADI Fair 2019

 

Banda Aceh (27/1) — Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh yang merupakan lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah Aceh menggelar ADI Fair II tahun 2019 di Kompleks Markas Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Kegiatan dengan tema “merajut ukhuwah dalam bingkai dakwah menuju masa depan ummat yg cerah” itu berlangsung sejak 24-27 Januari 2019.

Aneka perlombaan islami meriahkan kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa tersebut. Diantaranya tahfizhul qur’an, pidato bahasa arab, karangan/tulisan berbahasa arab dan turnamen futsal. Selain itu juga diadakan kegiatan rihlah dan tafakkur alam bersama keluarga besar Dewan Dakwah Aceh.

Ketua Panitia M Reza Adlani, S.Sos mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya yang diikuti oleh mahasiswa ADI dengan tujuan utamanya untuk menggali dan meningkatkan potensi para mahasiswa. Selain itu juga untuk mempererat ukhuwah dalam berdakwah guna memaksimalkan peran dai dalam pembinaan ummat.

Alumni STID Mohd Natsir Jakarta menambahkan ummat islam saat ini sangat membutuhkan peran dai dalam pembinaan keimanan dan akhlaqul karimahnya.

“Hal ini akan tercapai apabila hubungan antar sesama dai itu terbina dan terikat kuat. Dengan demikian akan melahirkan gagasan dan tindakan yang cemerlang sehingga dapat mencerdaskan ummat dalam beribadah, bermuamalah, berbangsa dan bernegara,” kata Reza, Minggu (27/1/2019).

Sementara itu Direktur Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh, Dr Muhammad AR MEd mengatakan dirinya menyambut baik dan sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya dengan pelaksanaan ADI Fair itu maka para mahasiswa akan dapat menyalurkan bakat minat mereka dan sekaligus dapat mengukur diri sendiri terhadap penyerapan bidang studi dan ilmu yang mereka pelajari selama ini.

“ADI Fair ini merupakan ajang pertunjukan bakat dan kebolehan mahasiswa. Hal ini sangatlah bermanfaat bagi mareka dalam rangka pembentukan skill keilmuan yang selama ini mereka timba dan pelajari dari para ustad-ustad dan pengajar mereka,” kata Dr Muhammad AR.

Ia menambahkan para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa piala, sertifikat dan bingkisan menarik lainnya, sebagai bentuk penghargaan dan motivasi kepada para peserta agar senantiasa mengembangkan potensi dan keilmuan mareka.