Muhammad Su’ib Z, Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua Dewan Dakwah Aceh Tamiang

Kepala Kantor Urusan Agama (KAU) Kec. Karang Baru, Ustaz Muhammad Su’ib Z, S.Ag terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Dakwah Aceh Tamiang periode 2020-2025 dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung di Aula Kantor Baitul Mal Aceh Tamiang, Jln Ir H Juanda Gedung Islamic Center, Tanah Terban Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, 17-18 Maret 2020.

Ketua Panitia Pelaksana Muhammad Dahlan, M.Kom.I, Rabu (18/03/2020) mengatakan Musda tersebut diikuti oleh 35 peserta dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang H. T. Insyafuddin, ST.

“Ada 3 calon yang diusulkan. Dan Ustaz Muhammad Su’ib terpilih secara aklamasi, setelah mayoritas peserta memilih dia sebagai Ketua Umum. Maka sesuai dengan ketentuan dan tata tertib Ustaz Muhammad Su’ib Z, S.Ag ditetapkan sebagai Ketua Dewan Dakwah Aceh Tamiang periode 2020 – 2025 dan juga sebagai Ketua Formatur,” Kata Muhammad Dahlan.

Muhammad Dahlan menambahkan kepada Ketua Terpilih yang juga ketua formatur untuk segera menyusun dan menetapkan struktur personalianya paling telat 30 hari kedepan. Dan untuk membantu proses tersebut akan di bantu oleh Sekretaris periode lama dan Ketua Panitia Pelaksana masing-masing sebagai anggota formatur.

Ketua terpilih Ustaz Muhammad Su’ib Z dalam sambutannya mengajak semua pengurus untuk bersama-sama memakmurkan kegiatan dakwah dengan segala pengorbanannya baik waktu, tenaga, dana dan pemikiran. Selain itu kita juga akan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah.

“Insya Allah dengan kebersamaan, usaha dakwah dan juga kegiatan Dewan Dakwah lainnya di Aceh Tamiang ini akan dapat terlaksana dengan baik,” kata Ustaz Muhammad Su’ib.
Sementara itu Wakil Bupati Aceh Tamiang H. T. Insyafuddin, ST dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan bahwa selama ini Dewan Dakwah secara nasional sudah berbuat banyak untuk agama, negara dan bangsa.

Ia juga berharap kiranya kepengurusan pada periode yang akan datang juga dapat berbuat lebih banyak lagi, lebih mampu memenej dan mengkoordinir Dakwah, khususnya di Aceh Tamiang.

“Kita berharap Dewan Dakwah Aceh Tamiang dapat bersinergi dengan pemerintah daerah untuk kemajuan dakwah dan juga dalam pelaksanaan Syariat Islam di Kabupaten Aceh Tamiang ini,” Pungkas HT Insyafuddin.

Ketua Panitia Pelaksana
Muhammad Dahlan

Hp. 081360029190

Dewan Dakwah Aceh konsisten lakukan pembinaan mualaf

Dewan dakwah Aceh melalui bidang pembinaan mualaf pada tanggal 20 Juni 2020 kembali mendapat amanah dari umat untuk melakukan pembinaan satu keluarga mualaf yang berjumlah 5 orang terdiri suami istri dan tiga orang anak( Junaidi Damanik, Juliana sipayung Delfani, Gedion, gabrel), keluarga mualaf tersebut setelah melakukan prosesi pengucapan syahadat di masjid raya Baiturrahman Banda Aceh pada 15 Juni 2020, selanjutnya mendapatkan pembinaan di salah satu Dayah Banda Aceh, kemudian sebelum kembali ke kampung halaman di desa Dolok Saribu bangun kec silou kahean Simalungun Sumut, kembali memperkuat n menambah pengetahuan agamanya di markas dewan dakwah Aceh,
Kabid. bidang pembinaan mualaf Aceh, Ust.Ghazali Adam, SAg. MA, Menyampaikan bahwa proses pembinaan dan penguatan Aqidah akan berlangsung selama 2 Minggu dg materi, Aqidah, fiqih Ibadah wudhuk dan , shalat, akhlak, dan membaca Iqrak, kegiatan akan dibimbing oleh Para Ust, di dewan Dakwah, Tgk.Dr.Hasanuddin Yusuf Adan MCl, Dr.Muhammad AR, MEd, Muhammad Muslim,MA, Ghazali Adam, MA, dan para ust lainnya, serta para mahasiswa ADI dewan Dakwah. Selanjutnya juga akan dilakukan kordinasi dg dewan dakwah Sumut dan lembaga terkait untuk pembinaan lebih lanjut.
Junaidi Damanik sebagai kepala keluarga merasa sangat senang dg masuk Islam serta dengan sambutan masyarakat Aceh n belajar di markas dewan dakwah.
Sementara itu, bapak Suparman salah seorang pengusaha Aceh yg merupakan fasilitator masuknya Junaidi Damanik ke dalam Islam , menuturkan, bahwa proses yg mereka jalani untuk masuk Islam menempuh perjalanan panjang yang akhirnya dg Izin Allah mereka dapat datang ke Banda Aceh dan mengucapkan syahadat di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
ketuaDewan dakwah Aceh Tgk.Dr.Hasanuddin Yusuf Adan, MCl. Menyampaikan bahwa pembinaan mualaf memiliki kedudukan yg sangat mulia dalam Islam pahalanya melebihi harta termahal yg dimiliki seseorang, program ini merupakan salah satu program prioritas Dewan dakwah Aceh, dimana kami mendirikan Akademi Dakwah Indonesia yg merekrut mahasiswa dari berbagai daerah perbatasan Aceh yg sangat rawan pendangkalan Aqidah selanjutnya dibina secara intensif selama satu tahun setelah itu melanjutkan pendidikan S1 ke STID M.Nasir di Jakarta, setelah menyelesaikan pendidikan mereka akan dikirim ke kampung halaman untuk ikut melakukan pembinaan di daerah masing2. kita juga kerap melakukan pembinaan mualaf bekerjasama dengan Baitulmal Aceh dan Forum dakwah perbatasan semoga program ini dapat terus berjalan, Dewan dakwah siap bekerja sama dg pihak pemerintah, lembaga maupun perorangan,untuk pembinaan mualaf dan pembinaan umat secara umum. Jika ada mualaf yg membutuhkan pembinaan kami siap untuk bekerjasaman pungkas dosen senior fakultas syariah UIN Ar-Raniry ini.

Selamat Hari Raya Aidil Fitri 14441 Hijriah

MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA AIDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR BATIN

ADI Aceh Adakan MASTAMA

Banda Aceh (26/8) — Sebanyak 17 mahasiswa baru Aka­demi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh mengikuti Masa Taaruf Mahasiswa (Mastama) di Markas Dewan Dakwah Aceh, Desa Rumpet, Ke­ca­ma­tan Krueng Barona Jaya, Kabu­paten Aceh Besar.

Kegiatan yang bertajuk “Menyiapkan generasi Da’i Ilallah yang berwawasan Luas dan menjunjung tinggi Akhlaqul Karimah” tersebut ber­langsung selama 3 hari dari hari senin (26/8/2019) sampai dengan Rabu (28/8/2019).

Kegiatan pembukaan MASTAMA ADI Aceh dihadiri oleh Ketua Dewan Dakwah Aceh Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MA, Sekretaris Dewan Dakwah Aceh, beserta pengurus ADI Aceh.

Ketua Panitia Pelaksana, Hanisullah, M.Pd mengatakan, kegiatan Mastama tersebut bertujuan untuk memperkenalkan program dan sistem perku­lia­han serta peraturan yang berlaku di ADI Aceh. Selain itu, mahasiswa baru akan mendapatkan penjelasan materi-materi yang berkaitan dengan dunia Islam dan dakwah agar menjadi bekal selama mengikuti perkuliahan.

“MASTAMA kali ini berbeda dari MASTAMA sebelumnya yaitu dilakukan pembukaannya pada malam hari dan juga di jadwalnya selama MASTAMA calon mahasiswa diwajibkan utk melakukan qiyamullail dan ini berlaku selama di ADI Aceh,” ujar hanis

sementara itu, Direktur ADI Aceh, Dr Muham­mad AR MEd mengatakan, ADI mem­punyai misi membantu mengawal pe­lak­sanaan syariat Islam dan mengan­tisipasi pendakalan akidah serta me­nyiapkan kader-kader dai yang mam­pu menjadi imam dan khatib salat Jumat yang nantinya akan ditempat­kan di daerah-daerah perbatasan dan pedalaman Aceh.

ADI merekrut mahasiswa baru dari daerah-daerah yang jauh dari dakwah Islam dengan harapan nantinya akan menjadi kader penerus dakwah di ma­sa yang akan datang. Mereka merupa­kan hasil seleksi dan verifikasi yang di­lakukan Tim Penerimaan Mahasis­wa Baru ADI beberapa waktu lalu.

“Dari puluhan yang mendaftar ha­nya 17 orang yang dinyatakan lulus,” ujar Muhammad AR

Muhammad menguraikan, Sebagian besar mahasiswa berasal dari daerah perbatasan dan pe­dalaman Aceh, di antaranya dari Subulussalam sebanyak 9 orang, Aceh Singkil 3 orang, Aceh Tenggara 1 orang Aceh Selatan 2 orang, Aceh Tamiang satu orang dan Gayo Lues 2 orang.

“Selama belajar di ADI Aceh, semua biaya kuliah, biaya asrama dan biaya makan digratiskan,” Terang Dosen UIN Ar Raniry ini

Muhammad AR yang juga Wakil Ketua Dewan Dakwah Aceh ini men­jelaskan, tenaga pengajar di ADI ter­diri atas 15 doktor dan puluhan master, lulusan sejumlah kampus di luar dan dalam negeri.

“Mahasiswa ADI belajar selama satu tahun dengan fokus utama mampu menghafal Alquran minimal dua juz, pemantapan bahasa Arab dan penguatan akhlak. Kemudian akan diseleksi kembali untuk melanjutkan kuliah program S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Jakarta, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam,” tutup Da’i yang dikenal ramah ini

ADI Aceh Gelar Tasyakuran

Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh menggelar tasyakuran dan pengukuhan kepada 19 mahasiswa angkatan ke IV dan ke V tahun akademik 2018/2019 di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Kab. Aceh Besar, Minggu (18/8/2018).

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh yang diwakili Sekretaris Umum, Said Azhar S.Ag MA yang didampingi oleh Direktur ADI Aceh, Assoc. Prof. Dr. Muhammad AR MEd dan Sekretaris ADI, Dr Abizal M Yati, Lc MA beserta para Wakil Direktur ADI.

Kegiatan itu turut dihadiri oleh anggota DPD RI Dapil Aceh Ghazali Abbas Adan, Kepala BMA yang diwakili oleh Shafwan Bendadeh SHI M.Sh, Majelis Syura Dewan Dakwah Aceh, perwakilan OKP dan Ormas, Muspika Kec. Krueng Barona Jaya, Keuchik dan tokoh masyarakat Rumpet serta orang tua wisudawan.

Tasyakuran dan pengukuhan itu juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN AR Raniry Dr Saifullah Yunus, MA dengan judul “Dakwah Adalah Jalan Para Rasul”.

Ketua Panitia yang juga Wakil Direktur II ADI Aceh Zulfikar Tijue SE dalam laporannya mengatakan ADI Aceh sudah berjalan selama 5 tahun dan telah melahirkan alumni sebanyak 50 orang. Masa belajar di ADI awalnya selama 2 tahun dan saat ini sudah menjadi 1 tahun.

Ia menambahkan para lulusan ADI sudah mampu menghafal al-quran hingga 3 juz, menghafal hadits arba’in dan juga berbahasa arab.

“Adapun yang dikukuhkan dan diwisuda tersebut, sebanyak 10 lulusan merupakan angkatan ke IV dan 9 orang dari angkatan ke V. Mareka ini berasal dari daerah perbatasan dan pedalaman Aceh. Dari Kota Subulussalam sebanyak 10 orang, dari Kab. Singkil 5 orang dan dari Kab. Simeulue, Kab. Aceh Tamiang, Kab. Aceh Selatan dan Kab. Aceh Jaya masing-masing sebanyak 1 orang,” kata Zulfikar.

Direktur ADI Aceh Direktur ADI Aceh, Assoc. Prof. Dr. Muhammad AR MEd dalam sambutannya mengatakan lahirnya ADI Aceh dikarenakan adanya kerisauan ketika melihat kondisi ummat terutama di daerah pedalaman dan perbatasan Aceh yang sudah lalai dari kewajiban yang diperintahkan kepadanya.

Ia mencontohkan di banyak tempat masih didapatinya mesjid-mesjid dan meunasah yang tidak ramai bahkan kosong saat waktu shalat tiba dan juga tidak ada Imam shalat. Ditambah lagi dengan perilaku manusia yang sudah tidak sesuai lagi dengan anjuran dan tuntunan agama.

“Mahasiswa lulusan ADI ini akan melanjutkan kuliahnya di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohd Natsir di Bekasi, Jawa Barat. Dan setelah selesai di STID, mareka akan kita tempatkan kembali ke daerah perbatasan Aceh untuk mengawal dan menjaga daerah tersebut. Dan ini sangat diharapkan dukungan penuh dari semua pihak,” kata Muhamammad AR.

Sementara Sekretaris Umum, Said Azhar S.Ag MA mengatakan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh merupakan lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah Aceh. Selama belajar di ADI Aceh para mahasiswanya tidak dipungut biaya alias gratis biaya pendidikan dan penginapannya. Selain itu para dosen pun tidak di bayar ketika mengajar.

“dari itu kami memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pengurus ADI Aceh dan juga kepada para dosen yang dengan suka rela tetap mau mengajar meskipun tanpa bayaran,” kata Said Azhar.

Ia menambahkan salah satu program utama dari Dewan Dakwah adalah program kaderisasi. Menurutnya kaderisasi secara formal dapat dilakukan melalui lembaga pendidikan seperti ADI dan STID. Sedangkan kaderisasi non formal dapat melalui pelatihan-pelatihan dakwah.

“dakwah merupakan kerja berkelanjutan dan dihadapkan dengan berbagai tantangan. Maka disiapkanlah ADI dan STID untuk menjawab tantangan tersebut serta untuk menyelesaikan persolaan eksternal dan internal ummat. Selain itu keberadaan dai sangat banyak dibutuhkan dengan kondisi dan pemahaman masyarakat seperti sekarang ini. Semoga saja keberdaan ADI Aceh menjadi salah satu solusi untuk kemaslahatan ummat,” pungkas Said Azhar.

Dalam kegiatan tersebut juga ditetapkan 3 lulusan terbaik ADI Aceh tahun akademik 2018/2019, yaitu Delno Hartomi dari Simeulue, Samsul Bahri dari Aceh Tamiang dan Hasri Yanto Cibro dari Subulussalam. Kepada mareka diberikan penghargaan yang diserahkan oleh anggota DPD RI Dapil Aceh Ghazali Abbas Adan.

Dewan Dakwah Aceh Berqurban 4 Sapi

Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Aceh berqurban 4 ekor sapi dan 3 ekor kambing dalam Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah.

Sejumlah hewan qurban dalam kegiatan dengan tema “Dewan Dakwah Aceh Sebar Qurban” itu berasal dari hasil ripee pengurus dan para simpatisan Dewan Dakwah serta donasi dari lembaga masyarakat lainnya.

“Alhamdulillah, Idul Adha 1440 H ini Dewan Dakwah Aceh masih bisa menyalurkan hewan qurban kepada keluarga miskin. Semoga di tahun mendatang akan banyak lagi hewan qurban yang bisa kita kumpulkan, sehingga akan banyak pula keluarga miskin yang akan menerima bantuan. Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayai Dewan Dakwah Aceh untuk menyalurkan hewan Qurban itu,” kata Koordinator Qurban Dewan Dakwah Aceh, Tgk Suwardi, Selasa (13/8/2019).

Tgk Suwardi mengatakan hewan qurban tersebut disalurkan dan disebar ke beberapa wilayah yang ada di Aceh. Diantaranya 1 ekor sapi disalurkan ke Gampong Kumbang Puenteut Kec. Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Hewan qurban tersebut berasal dari keluarga Besar Fatimah Zahra Travel Semarang yang disalurkan melalui BMH Hidayatullah Semarang ke Dewan Dakwah Aceh.

Dewan Dakwah Aceh juga menyalurkan 1 ekor sapi kepada masyarakat di Alue Riyeung Pulo Nasi Kec. Pulau Aceh, Kab. Aceh Besar yang merupakan donasi dari warga Lingkungan Mushalla An-Nur Dusun Mesjid Gampong Lueng Bata yang difasilitasi oleh Dewan Da’wah Aceh untuk disalurkan.

“Selanjutnya 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang berasal dari ripee (urunan dana) dari pengurus serta simpatisan Dewan Dakwah Aceh disalurkan untuk masyarakat Gampung Rumpet Kec. Krueng Barona Jaya, Kab. Aceh Besar. Juga kepada para mahasiswa dan dosen Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh serta kaum dhuafa yang berada di sekitaran markas Dewan Dakwah Aceh,” Ungkapnya.

Tgk Suwardi menjelaskan penyaluran hewan qurban tersebut bertujuan untuk membantu kaum dhuafa yang mungkin selama ini jarang menikmati daging. Juga melalui pelaksanaan qurban itu akan dapat di ambil hikmah dan pembelajaran dalam kehidupan atas pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim As beserta keluarganya.

“Direncanakan kedepan Dewan Dakwah Aceh akan memprioritaskan penyalurannya ke daerah-daerah yang jarang mendapatkan daging qurban. Semoga saja program ini akan terealisasi dan juga akan semakin banyak pula hewan qurban yang terkumpul,” pungkas Tgk Suwardi.