Ketua Umum Dewan Da’wah Kunjungi Lombok

 

Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Ustadz Mohammad Siddiq MA, mengunjungi pengungsi dan relawan di beberapa lokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (18/8).

Dalam kunjungan tersebut, Ustadz Siddik beserta Ustadz Syauri Halimi dan Ketua Laznas Dewan Dakwah H Ade Salamun, beranjangsana ke Ketua Dewan Dakwah NTB, TGH Muharrar Mahfudz, di Ponpes Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat.

Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi posko utama LAZNAS Dewan Da’wah di Rembiga, Kota Mataram dan posko pengungsian di Dusun Mentigi, Desa Malaka, Kec. Pemenang serta Dusun Bayan Barat, Desa Bayan Blee, Kec Bayan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Dewan Da’wah berdialog dan memberikan bantuan kepada warga pengungsi. Moh Siddik juga memberi pengarahan pada para relawan dai lokal dan Tim Kafilah Da’i Mahasiswa STID Mohammad Natsir.
Kafilah terdiri limabelas dai yang akan mendampingi pengungsi hingga dua bulan ke depan.

Para Da’i ini akan memotivasi masyarakat guna meningkatkan aspek spiritualitas. Hal ini perlu dilakukan karena hanya dengan kekayaan spiritual mereka dapat bangkit untuk menghadapi ujian situasi yang sulit pasca gempa.

Laznas DDII Ajak Umat Islam Berkurban di Pedalaman Nusantara

Menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha 2018, Lembaga Amil Zakat Nasiona Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengajak umat untuk berkurban di pedalaman nusantara. Manajer Program Laznas DDII, Agung Gumelar mengatakan, umat yang hidup di pedalaman juga harus merasakan semarak Idul Adha tahun ini.

Menurut dia, berkurban merupakan teladan dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Namun, menurut dia, terkadang umat yang hidup di pedalaman masih kerap terlupakan.

“Kita seringkali menyantap hewan kurban setiap tahunnya, membuat sate dan sebagainya, sedangkan kita belum mengetahui kondisi saudara kita di pedalaman, tepencil dan jauh, dan minim dai-dai di sana,” ujar Agung saat ditemui dalam peluncuran program qurban di Kantor DDII, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad (22/7).

Karena itu, lanjut dia, pada tahun ini Laznaz DDII mengangkat tema semarak qurban di pedalaman. Dia pun mengajak agar umat berkurban melalui DDII untuk disalurkan ke daerah pedalaman. Umat bisa langsung menghubungi pengurus Laznas DDII melalui website ataupun datang langsung ke Kantor DDII.

“Jadi saudara-saudara kita di pedalaman pun harus mendapat kebahagiaan ketika kurban. Jadi tidak hanya di perkotaan saja yang merasakan,” ucapnya.

Agung menambahkan, secara nasional tahun ini Laznas DDII menargetkan untuk menyembelih 10 ribu hewan kurban sapi. Sementara, untuk di luar negeri ditargetkan pengumpulan dana Rp 10 miliar untuk dibelikan hewan kurban.

“InsyaAllah 10 ribu hewan kurban itu akan disebarkan ke daerah pedalaman, banyak daerahnya dari Aceh sampai Papua,” kata Agung.

Qurban Aceh

Dewan Dakwah Aceh juga melakukan qurban di tiga kabupaten, yakni kabupaten Aceh Singkil, Pidie dan Aceh Besar, hal itu disampaikan oleh Tgk Said Azhar, Sekretaris Dewan Dakwah Aceh, di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh, Rumpet, Selasa (14/8/2018).

“Alhamdulillah, tahun ini dewan dakwah menyalurkan hewan qurban ke 3 kabupaten, untuk Aceh Besar qurban dari pengurus dewan dakwah aceh, untuk Aceh Singkil qurban dari masyarakat Batoh, Lueng Bata dan sementara kabupaten Pidie, sumbangan dari BMH Semarang,” kata Tgk. Said

 

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

ADI Aceh Gelar Tasyakuran

 

Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh yang merupakan lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah Aceh menggelar tasyakuran dan pengukuhan kepada 6 mahasiswa angkatan ketiga tahun akademik 2017/2018 di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Kab. Aceh Besar, Sabtu (10/8/2018).

 

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Direktur ADI Aceh Dr Muhammad AR MEd dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohd Natsir Jakarta yang diwakili oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA bersama civitas akademika kampus tersebut.

 

Kegiatan itu turut dihadiri oleh Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Asisten II M Ali S.Sos M.Si, anggota DPD RI Dapil Aceh Ghazali Abbas Adan, Sekretaris MPU Aceh Dr Syukri M Yusuf Lc MA, Direktur RSUZA yang diwakili oleh dr Rusydi, perwakilan OKP dan Ormas, Muspika Kec.Krueng Barona Jaya, Keuchik dan tokoh masyarakat Rumpet serta orang tua wisudawan.

 

Ketua Panitia yang juga Wakil Direktur ADI Aceh Zulfikar Tijue SE dalam laporannya mengatakan ADI Aceh sudah berjalan selama 4 tahun dan telah melahirkan alumni sebanyak 31  orang. Pada tahun pertama ADI Aceh melahirkan 9 lulusan dan tahun kedua 15 lulusan.

 

“alhamdulillah, angkatan ketiga ini berjumlah 6 orang. Dan semua mareka berasal dari daerah pedalaman dan perbatasan Aceh,” kata Zulfikar.

 

Ia merincikan, ke 6 lulusan tersebut berasal dari Aceh Singkil 3 orang, Subulussalam 1 orang, Simeulue 1 orang dan Aceh Tamiang 1 orang.

 

Sementara Direktur ADI Dr Muhammad AR MEd dalam sambutannya mengatakan para mahasiswa yang belajar dan tinggal di ADI Aceh ini tidak dipungut biaya alias mendapat beasiswa penuh. Semua biaya pendidikan beserta akomodasinya ditanggung sepenuhnya oleh Dewan Dakwah Aceh.

 

Selain itu dosen pengajar pun yang terdiri dari 12 orang yang bergelar doktor dan puluhan master ini kepada mareka juga tidak diberikan upah. Semuanya mengajar dengan ikhlas dan tanpa pamrih.

 

“dari itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah membiayai ADI Aceh dan juga para dosen yang rela tidak dibayar saat mengajar. Semoga Allah yang membalasnya,” kata Dr Muhammad.

 

Ia menambahkan ke 6 lulusan ini nantinya akan melanjutkan kuliahnya ke Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohd Natsir Jakarta pada jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Mareka akan berangkat pada tanggal 26 Agustus 2018 mendatang dan semua pembiayaannya selama di STID juga di tanggung oleh Dewan Dakwah.

 

“selama belajar 2 tahun di ADI Aceh, fokus utamanya bertumpu pada 3 hal dan ini sebagai bekal mareka untuk menjadi da’i di masyarakat. Yakni bisa menghafal al-quran minimal 4 jus, pemantapan bahasa arab dan penguatan akhlaq. Dan kita berharap ilmu yang mareka peroleh ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata, ” kata Dr Muhammad.

 

Tasyakuran dan Pengukuhan ini juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Dosen UIN Ar-Raniry Dr Mizaj Iskandar, Lc LLM dengan judul “Ontologi Dakwah Islam dalam Dunia Moderen”.

Menyambut 17 Agustus, ADI Aceh Adakan Gotong Royong

Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2018 dan tasyakur angkatan ke III ADI Aceh yang akan dilaksanakan pada sabtu mendatang, Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh melakukan gotong royong di Markaz Dewan Dakwah Aceh, Desa Rumpet, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Minggu (5/8/2018).

Ketua Panitia, Tgk Zulfikar mengatakan, kegiatan bersih bersih dilingkungan markaz dewan dakwah atau sekitar kampus ADI Aceh ini merupakan bagian dari kegiatan rutin tahunan.

“Kegiatan ini rutin kita lakukan, setiap tahun menjelang 17 Agustus, kegiatan ini juga bagian dari persiapan menjelang tasyakuran angkatan ke III ADI Aceh yang insya Allah akan dilaksanakan pada sabtu mendatang,” ujarnya.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 ini melibatkan seluruh mahasiswa ADI Aceh dan pengurus dewan dakwah aceh.

Dewan Dakwah Aceh Perkuat Kerjasama Dengan RSUZA

Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Aceh Kembali melakukan kunjungan silaturrahmi dengan pihak Rumah Sakit Zainal Abidin (RSU ZA) di Banda Aceh, Selasa (24/7/2018), kunjungan ini sebagai upaya lanjutan kerja sama program kemitraan dakwah di daerah pedalaman Aceh.

Direktur RSUZA, Dr. Azharuddin menyambut baik kedatangan pengurus Dewan Dakwah Aceh untuk melanjutkan kerja sama di bidang dakwah dan pengabdian masyarakat.

Sementara itu Ketua Dewan Dakwah Aceh Dr. Tgk Hasanuddin yang didampingi sekretaris Said Azhar mengatakan bahwa pihak Dokter RSUZA sangat banyak kontribusinya dan membantu program Dewan Dakwah. “salah satunya bantuan pembangunan Gedung Akademi Dakwah Indonesia (ADI) dan dukungan dalam bentuk lain yang sudah berjalan 4 tahun,” Ucap Tgk. Hasan

Sementara itu Wakil Direktur Keuangan, Tgk. Zulfikar Tijue mengatakan bahwa untuk saat ini dosen yang mengajar mahasiswa ADI ada 13 orang. “Dosen yang mengajar banyak yang bergelar Doktor dan sangat antusias dalam mengajar walau mereka tidak di berikan kompensasi finansial dan juga harapan yang sangat besar pada pihak manajemen RSUZA supaya dapat membantu program pembangunan ADI yang saat ini sudah dikerjakan sekitar 50 porsen,” Harap Tgk Zulfikar

Bunda Neno : Hari Ini Merupakan Sejarah

Haflah Idhul Fitri 1439H di Dewan Dakwah pada Sabtu, 14 Juli 2018, bertempat di Aula Masjid Al Furqan Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, banyak di hadiri tokoh-tokoh nasional dan petinggi partai politik. Tokoh umat yang hadir antara lain Drs. Muhammad Siddik, MA Ketua Umum DDII selaku tuan rumah, HM. Amien Rais, Prabowo Subianto, Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid, Ir. Marwan Batubara, M.Sc, Fuad Bawazier, Presiden PKS M. Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, aktivis sosial Neno Warisman, dan juga Gubernur DKI, Anies Baswedan.

Pada kesempatan spesial tersebut, tokoh aktivis wanita yang juga merupakan anggota Presidium Relawan Nasional #2019GantiPresiden, Neno Warisman yang akrab dipanggil Bunda Neno ini didaulat untuk menjadi salah satu tokoh yang memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Bunda Neno menyampaikan bahwa; yang pertama, pertemuan para tokoh nasional hari ini adalah merupakan sejarah dalam mempersiapkan pergantian kepemimpinan nasional. Dan DDII bagian dari sejerah itu. Sebab disini akan dimulai dan disini akan di siapkan sosok seperti apa pemimpin nasional yang dibutuhkan NKRI.

“Kedua, saya termasuk orang yang tidak menyetujui Pak Anies untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2019 nanti, karena Pak Anies masih sangat dibutuhkan warga Jakarta. Untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang berperadaban mulia, karena rasanya Pak Anies lah yang mampu untuk mewujudkannya”. Ungkap Bunda Neno.

“Ketiga, perlunya keikhlasan PKS untuk mengalah demi kepentingan yang lebih besar dan mengajak partai-partai lainnya untuk mengalah, saling memaafkan, dan saling rujuk kembali, serta siap bersatu dan sama-sama mengatakan kami siap mengusung capres dan cawapres, dan mewujudkan 2019 ganti presiden”. Lanjut Bunda Neno.

Tak sampai disitu, Bunda Neno pun juga berharap kebesaran jiwa para elit dan pimpinan PKS, partai yang telah mendorong 9 kandidat yang hebat untuk maju di Pilpres 2019 nanti. Bunda Neno sangat barharap bahwa dalam hal ini jika PKS harus mengalah, maka percayalah dengan mengalah tentu saja akan lebih bertambah besar dan mulia.

Sebelum mengakhiri sambutan, dengan penuh perasaan Bunda Neno kembali meningatkan dan juga meminta kepada seluruh umat agar memberikan kesempatan kepada pak Anies Baswedan untuk membangun Jakarta menjadi kota bak mutu manikam dengan peradaban paling mulia di dunia. Jangan ambil Pak Anies Baswedan dari Jakarta.

Terakhir Bunda Neno dengan semangat mengangkat tangannya yang memakai gelang kebesaran Ganti Presiden dan berseru lantang diikuti oleh hadirin, yakni; #2019 GANTIPRESIDEN!!

Gemuruh tepuk tangan mengiringi langkah tokoh wanita yang aktif di bidang sosial ini. Tanda apresiasi hadirin atas keberanian Bunda Neno mengatakan apa adanya dalam rangka menasehati para tokoh nasional dan petinggi partai politik, dan juga kepada Gubernur DKI Jakarta.