KONSOLIDASI ORGANISASI DEWAN DA’WAH ACEH

Khusus untuk kawasan Aceh bagian Timur, dua hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 4 Juli 2010, sudah dilantik Pengurus Daerah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Kabupaten Aceh Timur. Beberapa hari ke depan, direncanakan pada tanggal 13 dan 14 Juli akan dilakukan pelantikan Pengurus Daerah Dewan Da’wah Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa.

Pengurus Daerah Dewan Da’wah Kabupaten Aceh Timur yang baru dilantik tersebut diketuai oleh Drs. M. Natsir, SH. MH, Sekretaris Hasan Basri, S.Ag dan Bendahara Ismuha, S.Ag serta dilengkapi dengan sejumlah biro-biro.

Dalam sambutannya, M. Natsir, selaku ketua terpilih menyebutkan bahwa kepengurusan yang disusun untuk daerah Aceh Timur sudah mewakili berbagai stakeholder yang ada, baik latar belakang pendidikan, organisasi maupun daerah tempat tinggal yang mewakili semua kecamatan yang ada di Aceh Timur. Penyatuan semua potensi ini menurutnya merupakan langkah awal untuk memajukan organisasi Dewan Da’wah Aceh Timur. Tentu saja, di samping potensi yang sudah ada, perlu tindakan nyata guna lancarnya roda organisasi, dan untuk itu akan segera dicarikan sekretariat di posisi yang strategis, terjangkau bagi semua pengurus. Langkah berikutnya adalah melakukan rapat kerja (raker) guna merumuskan program dan pembagian tugas bagi masing-masing pengurus, demikian Natsir mengakhiri sambutan dengan mengharapkan dukungan dan kerjasama serta keikhlasan bekerja dari semua jajaran pengurus agar semua program berjalan sesuai rencana.

Pihak Pengurus Wilayah Dewan Da’wah Aceh, dalam amanat yang disampaikan oleh ketua umum Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, mengucapkan terima  kasih yang setinggi-tingginya atas keberhasilan penerima mandat menyusun Pengurus Daerah Dewan Da’wah Aceh Timur sekaligus melaksanakan seremonial pelantikan yang dikemas dengan acara workshop singkat tentang bahaya ghazwul fikri. Kecuali itu, Ketua umum wilayah Dewan Da’wah Aceh juga menguraikan bagaimana sejarah perjuangan dari para pendiri Dewan Da’wah bekerja keras dan penuh keikhlasan mengorbankan waktu, tenaga, fikiran dan harta benda guna memajukan da’wah agar Islam tegak di muka bumi. Begitu juga pengorbanan yang telah dilakukan oleh ulama-ulama Aceh masa dulu, dengan berbagai keterbatasan—sarana komunikasi, transportasi, tehnologi—mereka sanggup mengislamkan Aceh, kenapa kita hari ini dengan berbagai kemudahan yang ada belum mampu bekerja sebagaimana mereka, demikian Hasanuddin Yusuf Adan menggugah semua pengurus Dewan Da’wah untuk mencontoh etos kerja tokoh-tokoh Islam sebelumnya.

Sebelum pelantikan yang dilakukan sore  hari, pada pagi dan siang harinya diisi dengan workshop singkat tentang bahaya ghazwul fikri yang membedah tentang problematika ummat Islam, Pluralisme Agama dan Liberalisasi Islam di Indonesia. Ketiga sesi materi tersebut difasilitasi oleh Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, Abizal Lc, MA dan Sayid Azhar,S.Ag. Kepada peserta juga disediakan buku-buku bacaan yang berkaitan dengan tema workshop.

Diharapkan dengan workshop tersebut peserta mendapat pemahaman yang utuh tentang problematika ummat Islam hari ini, serta memahami program liberalisasi Islam serta upaya dari kaum pluralis untuk mengancurkan Islam. Sehingga workshop ini setidaknya diharapkan mampu membentengi peserta untuk tidak terpengaruh dan terjebak dengan pola pikir tersebut, alih-alih mampu mengcounter dan menunjukkan kelemahan dan kekeliruan dari argumentasi kaum liberal. Semoga!

Banda Aceh, 6 Juli 2010

Sayid Azhar

Sekjen DDII Aceh

 

PROFIL DEWAN DA’WAH ACEH

آ آ آ آ آ آ آ آ آ  Terhitung dari kelahiran pertamanya Dewan Dakwah Aceh berturut-turut dipimpin Tgk. Ali Sabi dalam masa dua periode sehingga beralih tangan kepada Tgk. Muhammad Yus selama dua periode berikutnya. Estafet kepengurusan Dewan Da’wah NAD berikutnya dikendalikan oleh Tgk Muhmmad AR pada periode 2003-2006. Saat ini (periode 2007-2011) kepemimpinan Dewan Da’wah NAD berada di tangan Tgk. HasanuddinYusuf Adan.

Karena sebagai perpanjangan kepengurusan dari pusat, maka berkaitan dengan visi dan misi yang dikembangkan oleh Dewan Da’wah NAD tidak berbeda dengan yang ditetapkan pusat. Hanya saja, ada penekanan dalam visi misi Dewan Da’wah NAD berupa percepatan pelaksanaan Islam secara kaffah dengan membangun jaringan kemitraan bersama Dinas Syari’at Islam dan lembaga terkait lainnya.

آ آ آ آ آ آ آ آ آ  Adapun prioritas program pada periode ini adalah konsolidasi internal, berupa pembentukan, pelantikan dan pengaktifan pengurus di seluruh kabupaten/kota, dan penyediaan tanah dan atau Markaz Dewan Da’wah yang permanen. Berikut beberapa aktivitas yang pernah, sedang dan akan dilaksanakan oleh Pengurus Wilayah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

آ 

BIDANG KEORGANISASIAN

  1. Up Grading Pengurus dan Rapat Kerja
  2. Penyusunan Program Kerja Pengurus Periode 2007 – 2011
  3. Memfasilitasi Pembentukan Pengurus Daerah di:

آ 

No

Kabupaten/Kota

Kepengurusan

Keterangan

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

Banda Aceh

Sabang

Aceh Besar

Pidie

Bireuen

Aceh Utara

Aceh Timur

Langsa

Aceh Tamiang

Aceh Tenggara

Aceh Singkil

Aceh Tengah

Aceh Selatan

Abdya

Aceh Singkil

Simeulue

Aceh Barat

Pidie Jaya

Subulussalam

Gayo Lues

Ada

Ada

Sudah Ada

Sudah ada

Sudah ada

Sudah diSK-kan

Ada

Ada

Ada

Ada

Sudah ada

Sudah ada/periode habis

Sudah ada

Ada

Ada

Sudah Ada

Dalam proses (sudah ada mandat)

Sudah ada SK

Ada

Ada

Belum dilantik

Tidak aktif

Aktif

Aktif

Aktif

belum dilantik

آ Aktif

Belum Dilantik

Aktif

Aktif

Aktif

Tidak Aktif

Belum dilantik

Aktif

Aktif

Aktif

آ 

Belum dilantik

Aktif

Aktif

4.آ  Pertemuan rutin setiap sore hari sabtu; mengevaluasi program kerja, kajian keislaman dan pengumpulan infaq.

آ 

BIDANG KESEKRETARIATAN

1.آ آ  design sekretariat; ruang kantor, ruang rapat dan pengaturan mobileir kantor lainnya

2.آ  merapikan file-file surat di sekretariat

3.آ  mencari orang yang tinggal dan bertugas full time di sekretariat

آ 

BIDANG DA’WAH DAN PEMBERDAYAAN UMMAT

1.آ آ  Usulan pengangkatan da’i sebanyak 1 orang setiap kabupaten/kota untuk Dewan Da’wah pusat

2.آ  ToT Duat Tentang Bahaya Ghazwul Fikri dan SIPILIS

3.آ  melaksanakan Kajian Islam dan isu-isu strategis setiap sabtu sore di sekretariat Dewan Da’wah-NAD

4.آ  Training Pembinaan mu’allaf di daerah perbatasan

5.آ  pelatihan da’i dan khatib setiap bulan ramadhan

6.آ  pengiriman mubaligh ke mesjid-mesjid setiap bulan ramadhan

7.آ  pengiriman khatib jumat.

آ 

BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

1.آ آ آ آ آ  Melaksanakan daurah da’iyah

2.آ آ آ آ  membentuk pengurus Forum Da’iyah Dewan Da’wah-NAD

3.آ آ آ آ  melaksanakan pembekalan syariat Islam bagi akhwat setiap bulan di sekretariat Dewan Da’wah-NAD

4.آ آ آ آ  Pengajian Ibu dan remaja Putri di Daerah terpencil

آ 

BIDANG PENDIDIKAN dan PELATIHAN

1.آ آ آ آ  Melaksanakan pelatihan guru-guru/pengelola pendidikan pra sekolah

2.آ آ آ  Pembekalan syariat Islam bagi guru-guru SMP dan SMA

3.آ آ آ  Training Keislaman bagi pemuda, mahasiswa secara regular (kaderisasi)

4.آ آ آ  Training Da’i dan Khatib se-NAD

5.آ آ آ  merekrut calon mahasiswa untuk dikirim ke sejumlah sekolah/pesantren dan PT di luar Aceh; UNIM, STIBA, LIPIA dll

6.آ آ آ  mengeluarkan rekomendasi untuk calon mahasiswa/pelajar yang akan melanjutkan pendidikan ke luar Aceh ; IIUM Malyasia, LIPIA, STIBA, Al-Azhar Kairo, Jami’ah Islamiyah Madinah Munawwarah, Jami’ah Muhammad Ibn Su’ud di Saudi Arabia dll.

آ 

BIDANG HUMAS DAN PUBLIKASI

1.آ آ آ آ  mengirim press release ke media-media cetak untuk menanggapi issu aktual

2.آ آ آ  mengirim tulisan-tulisan ilmiah dan opini ke media-media cetak dalam rangka Dakwah bil qalam

3.آ آ آ  menyebar brosur-brosur/spanduk-spanduk berisi imbauan untuk melaksanakan amar makruf nahi mungkar

4.آ آ آ  Mengelola email (ddiinad@yahoo.com) dan website Dewan Da’wah (ddii.acehprov.go.id)

5. mengeluarkan Buletin SUWA DA"WAH

آ 

BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA

1.آ آ آ آ  kerjasama dengan lembaga-lembaga Islam lainnya, berupa pengiriman peserta daurah, seminar, work shop (WAMY, Hidayatullah, PII, HMI, Muhammadiyah, BKPRMI, Markaz Ad-Dakwah, Dinas Syariat Islam, MPU)

2.آ آ آ  kerjasama dengan ormas dan lembaga publik lainnya (KOMNAS HAM, LPA, PERTISA)

3.آ آ آ  Kerjasma dengan organisasi penyiaran dalam rangka Dakwah, melalui ceramah, talk show di Radio Prima FM, Radio Baiturrahman.

4.آ آ آ  Menjadi anggota tetap Badan Rukyat dan Hisab Provinsi NAD

5.آ آ آ  Menggagas aliansi Ormas dan Lembaga Dakwah Islam

آ 

BIDANG PENGUATAN STAFF DAN KELEMBAGAAN

1.آ آ آ آ آ  Mengirim peserta Seminar Da’wah di Padang

2.آ آ آ آ  Mengirim peserta Dialog Da’wah Serantau dan Silaturrahmi Dewan Da’wah Se- Sumatera di Medan

3.آ آ آ آ  Mengirim peserta untuk seminar dan workshop dalam rangka pelaksanaan syari’at Islam di NAD

4.آ آ آ آ  Mengirim peserta untuk pelatihanآ  manajemen lembaga keagamaan di NAD

5.آ آ آ آ  Mengirim peserta untuk training dan seminar lain di NAD

6.آ آ آ آ  Mengirim peserta workshop Ma’had â€کAly (Takhasus) di Jakarta

7.آ آ آ آ  Mengirim petugas haji pada tahun 2003 dan 2005

8.آ آ آ آ  Turba setiap bulan ke pengurus-pengurus daerah untuk supervisi dan motivasi

آ 

BIDANG HUKUM DAN HAM

1.آ آ آ آ آ  mengikuti workshop Hukum dan HAM untuk para Ulama

2.آ آ آ آ  melaksanakan penyuluhan hukum dan syari’at Islam bagi warga NAD

3.آ آ آ آ  mengikuti training HAM Dan Conflict Transformation di Banda Aceh

4.آ آ آ آ  Mengirim wakil untuk Tim Investigasi Pemurtadan BRR NAD-Nias

5.آ آ آ آ  Melakukan penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap hukum rajam

آ 

BIDANG PENDANAAN DAN SARANA

1.آ آ  Membuat proposal untuk mencari dana ke Dewan Da’wahآ  Pusat, Pemda NAD dan Donatur lainnya baik atas nama lembaga maupun personal.

2.آ  menghimpun dana dari kalangan sendiri, berupa infaq setiap bulan.

3.آ  fasilitasi pencarian tanah wakaf dan pembangunan mesjid

4.آ  mencari tanah untuk pembangunan sekretariat

آ 

BIDANG DIKLAT

1.آ آ  penelitian tentang peran ulama dalam pelaksanaan syari’at Islam di NAD kerja sama dengan Adnin Foundation (program MPU NAD)

2.آ  mengajukan proposal penelitian kemampuan baca al-Quran bagi remaja di NAD untuk Dinas Pendidikan NAD

3.آ  mengajukan proposal riset tentang ulama perempuan

4.آ  mengajukan proposal penelitian ke bidang Penamas Kanwil Depag Aceh, tentang kemampuan imam shalat berjamaah di aceh.

آ 

BIDANG KERJASAMA LUAR NEGERI

1.آ آ آ آ  melaksanakan studi banding dakwah ke beberapa Negara Asean

2.آ آ آ  melakukan komunikasi dengan lembaga-lembaga dakwah di luar negeri (YADIM di Malaysia, Media Ummah di Jepang, Indonesian Muslim Los Angeles, UKIM Islamic Mission di Inggris, Muslime Helfen di German dll)

3.آ آ آ  Kerjasama Pemberdayaan ekonomi dan pemahaman keagamaan masyarakat dhuafa (dengan Global Peace Malaysia)

آ 

BIDANG PEMBINAAN DAERAH/PULAU TERPENCIL

1.آ آ آ آ  Pembinaan masyarakat di Pulo Nasi (Kabupaten Aceh Besar)

2.آ آ آ  Pembinaan masyarakat di Pulau Siumat (Kabupaten Simeulu)

آ 

آ 

RESUME AKTIVITAS DEWAN DA’WAH-NAD PASCA TSUNAMI

(dikoordinir oleh KOMPAK DEWAN DA’WAH NAD)

آ 

1.آ آ  Membuka posko penanggulangan korban bencana gempa dan tsunami tanggal 31 Desember 2004

2.آ  mengidentifikasi korban dari keluarga besar Dewan Da’wah-NAD

3.آ  menghubungi pengurus Dewan Da’wah Pusat

4.آ  menyusun program penanggulangan korban gempa dan tsunami:

a.آ آ  memfokuskan diri pada beberapa titik pengungsi di Banda Aceh/Aceh Besar, dan di daerah yang sudah ada pembantu perwakilan (Kabupaten Pidie, Bireuen, Singkil dan Aceh Barat, Selatan serta Simeulu), mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki (dana, personil dan fasilitas kerja lainnya)

b.آ  Membagi tahapan program menjadi tiga tahap:

آ  tahap emergency dengan membagi pangan, sandang dan obat-obatan di wilayah yang telah dipilih tadi (bulan pertama sampai bulan ketiga).

آ  Tahap rehabilitasi; menempatkan dai di kamp pengungsi, membersihkan fasilitas ibadah, bantuan perlengkapan mushalla (tikar, sound system dll), pembagian seragam sekolah, membantu pembangunan rumah-rumah darurat, distribusi alquran dan buku iqrak (bulan keempat sampai bulan ke enam.

آ  Tahap recovery dan rekonstruksi; pembiayaan kafalah yatim, pembangunan rumah contoh, pembangunan mesjid, daurah du’at, pengangkatan dai permanen sebanyak 10 orang selama setahun, pemberdayaan ekonomi 21 Janda di desa Durung Kecamatan Mesjid Raya Aceh Besar; usaha peternakan di Limpok Darussalam, dagang di Darussalam, pertukangan di Desa Lambhuk, menjahit di Desa Mibo, dan berbagai home industri lainnya di beberapa daerah binaan. Pembangunan asrama yatim di Kompleks Mesjid Jamik Agung Bireuen (sedang dalam proses).

5.آ  pelatihan guru sekolah islam (TK-SMU) dalam menghadapi murid trauma di Dayah Tgk Syik Muhammad Dawud Beureu-eh (kerjasama dengan Adnin Foundation dan LP3T Jakarta)

6.آ  Daurah Syar’iyah bagi Da’iyah (kerjasama dengan As-Sofwah)

7.آ  Training Da’i se Nanggroe Aceh Darussalam di Aceh Singkil dan Daurah Du’at diآ  Aceh Tengah, Aceh Besar, Pidie kerjasama dengan Satker P2K3 BRR NAD-Nias

8.آ  Mengirim peserta magang BMT ke PATI, yang akan difollow up dengan pendirian BMT di Aceh.

9.آ  Pembangunan rumah yatim di Indrapuri kerjasama dengan yayasan KINDERHUT DUBAI (akhirnya menarik diri kerana tidak ada kesamaan persepsi)

10.آ  Pemberian beasiswa untuk 210 anak yatim selama 2 tahun, 200 ribu/anak/bulan, dana berasal dari United Kingdom Islamic Mission (UKIM) Inggris.

11.آ آ  terlibat dalam Forum Silaturrahmi Lembaga-lembaga Islam, dalam kegiatan kampanye anti pemurtadan, mengkritisi blue print rekonstruksi aceh dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya

12.آ  Program penggemukan sapi dengan tehnologi ramah lingkungan di Desa Lamreung

13.آ  Mengirim da’i-da’i ke barak-barak pengungsian di sekitar Banda Aceh dan Aceh Besar.

آ 


آ 

آ 

آ 

آ  DEWAN DA’WAH ACEH

Jl. T. Nyak Arief No. 159 Lamgugob-Jeulingke Banda Aceh

Telp/Fax 0651-7551010 email;ddiinad@yahoo.com

www.ddii.acehprov.go.id

آ 

آ 

PENGAJIAN DAN PEMBINAAN MASYARAKAT PULO NASI

آ آ Rutinitas kegiatan keagamaan seperti pengajian, khutbah jumat dan ceramah agama hanya diisi oleh tokoh setempat. Sangat jarang ada tenaga professional dari kota yang datang ke sana. Tenaga formal (pegawai pemerintah) pun kadangkala hanya bertahan satu dua hari dalam seminggu, kemudian mereka kembali ke daratan (kota).

آ Menyimak kondisi di atas, Dewan Da’wah Aceh yang selama ini sudah concern dengan pembinaan di Pulo Nasi, pad tahun 2010 kembali mengirim tim dakwah ke sana setiap bulan minimal dua orang guna melakukan pembinaan. Langkah ini dilakukan sambil mempersiapkan da’i permanen yang akan ditempat dan menetap di sana.

آ 

TUJUAN KEGIATAN

Tujuan dari kegaitan pembinaan ini adalah

1.آ آ آ آ  Tersebarnya pemahaman dan pengamalan Islam yang benar di tengah-tengah masyarakat.

2.آ آ آ  Membekali generasi muda dengan pemahaman agama dan akhlak karimah sehingga masjid-masjid dan Meunasah-meunasah menjadi makmur dengan pelaksanakan ibadah.

3.آ آ آ  Memotivasi masyarakat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan ukhuwwah Islamiyah bagi sesama muslim sehingga Kecamatan Pulo Aceh akan bebas dari manusia-manusia bodoh dan jahil yang dapat menghancurkan ummat bukan hanya dari segi ukhuwwah saja namun juga dapat menghancurkan tauhid serta aqidah ummat di sana.

آ 

آ BENTUK KEGIATAN

Kegiatan Pembinaan dilaksanakan dalam bentuk khutbah jum’at, ceramah agama, pengajian untuk orang tua dan remaja.

آ JADWAL KEGIATAN

Kegiatan dimulai dengan ceramah setelah shalat magrib dan subuh, pengajian orang dewasa Kamis Malam, khutbah Jum’at, pengajian ibu-ibu pada sore hari jum’at, pengajian remaja pada jum’at malam, dan hari sabtu pagi kembali ke tempat. Kegiatan ini dilaksanakan pada mingu kedua atau keempat setiap bulan

آ PEMATERI

Setiap bulan akan dikirim minimal dua orang pemateri ke Pulo Nasi, baik dari internal Dewan da’wah atau dari pihak lain yang dikoordinir oleh ketua bidang pembinaan daerah/pulo terpencil

آ 

آ 

Dialog Keislaman Membedah Kriteria Aliran Sesat dan Ikhtilafiyah

Namun demikian, di tengah keragaman pendapat yang disebabkan perbedaan pemahaman dan metodologi yang mereka (baca:imam mujtahid) gunakan tidak menyebabkan mereka dan pengikutnya melakukan kekerasan dan menganggap kelompok yang berbeda faham sebagai lawan/musuh atau menuduh sesat.آ 

Suasana di atas berubah sepeninggal para imamآ mujtahid, dengan munculnya para muqallid (pengikut dan pembela) imam mujtahid secara berlebihan dan menjurus kepada fanatisme mazhab. Mereka tidak lagi melakukan ijtihad, tetapi hanya mensyarah (memberi penjelasan) dan melakukan hasyiyah (rincian-rincian) terhadap hasil ijtihad imam empat, yang dalam proses tersebut tidak jarang mereka sering berlebihan dalam membela dan mempertahankanآ  (mazhab) yang dianutnya.آ 

Hal yang sama berlaku juga di Aceh, dimanaآ  adanya perbedaan pola pemahaman dan praktek ibadah di Aceh telah melahirkan ’keangkuhanâ€‌ sektoral dan merasa memiliki otoritas dalam pengamalan agama, sehingga yang berbeda dengan mereka dicap sesat.آ آ 

Menyimak banyak hal yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat di Aceh berkenaan dengan pemahaman keislaman dan pelaksanaan ibadah seperti yang terjadi di masjid Baitul A’la lilmujahidin Beureunuen 1998, di sana telah terjadi pemukulan, pembakaran dan penghinaan oleh sejumlah massa terhadap jama’ah shalat Jum’at dan anggota pengajian Ustadz Faisal Hasan Sufi. Kemudian berlanjut dengan pembakaran dan perampasan aset Baitul Qiradh milik Yayasan Ra’yatis Sunnah (milik Ustadz Faisal) di Pasar Beureunuen dan pemukulan serta pembakaran sepeda motor pengurus yayasan tersebut di depan Baitul Qiradh. Aksi anarkis tersebut berakhir setelah membakar Dayah Ra’yatis Sunnah di Gampong Musa Kecamatan Lueng Putu Kabupaten Pidie (sekarang Pidie Jaya). Kejadian ini dipicu oleh adanya tuduhan sesat, dan malah ustadz Faisalآ  diklaim sebagai misionaris Kristen oleh kelompok masyarakat yang berbeda pemahaman dengannya dalamآ  beberapa persoalan ibadah. Berikutnya tuduhan â€‌aliran sesatâ€‌ terhadap jamaah pengajian di Simpang Ulim Aceh Timur. Hal hampir sama juga terjadi di Lamno, 28 Maret 2008 menyangkut kasus penggerebekan, pemukulan dan pengrusakan panti asuhan al-Abbasi di Dusun Meulha, Desa Gle Putoh, Kecamatan Jaya dan pengasuhnya oleh segerombolan massa dengan alasan pengasuh panti sesat.آ آ 

Menyimak sederetan kasus kekerasan dan kesewenang-wenangan dari kelompok masyarakat lantaran berbeda pemahaman dan tata cara pelaksanaan beberapa praktek ibadah serta ada indikasi akan terulang lagi kasus-kasus serupa serta klaim sesat yang tidak pada tempatnya, karena dari 10 kriteria aliran sesat yang ditetapkan oleh Litbang MUI Pusat–Mengingkari rukun iman dan rukun Islam, Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah), Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran, Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran, Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir, Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam, Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul, Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir, Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah, Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar'i—tidak satupun terpenuhi, maka Untuk maksud itu Pengurus Wilayah Dewan Da’wah Islamiah Indonesia (DDII) Provinsi NAD menggelar satu dialog tetang membedah Kriteria Aliran Sesat dan Ikhtilafiyahآ 

Tujuan Dialog

1.آ آ آ آ آ آ  Memberi penjelasan tentang mana yang menjadi aliran sesat dan mana persoalan perbedaan pendapat (ikhtilafiyah).

2.آ آ آ آ آ آ  Membedah kriteria aliran sesat, baik dari MUI maupun dari MPU NAD.

3.آ آ آ آ آ آ  Menyamakan sikap dalam menghadapi aliran sesat.آ 

Hasil yang diharapkan

Dengan dialog ini diharapkan akan diketahui mana pemahaman dan praktek ibadah yang masuk aliran sesat dan manaآ  yang sekedar perbedaan pendapat sehingga pada saatnya nanti akan hilang sikap sembarangan dalam â€‌menuduhâ€‌ seseorang atau satu kelompok sesat hanya didasarkan pada perbedaan-perbedaan pemahaman dan praktek ibadah yang berbeda dengan diri atau kelompoknya.

Peserta

Dialog ini akan diikuti oleh sekitar 50 peserta terdiri dari unsur:

1.آ آ آ آ آ آ  Internal Dewan Da’wah

2.آ آ آ آ آ آ  Ormas-Ormas Islam di NAD

3.آ آ آ آ آ آ  lembaga-Lembaga Da’wah

4.آ آ آ آ آ آ  Organisasi Kemahasiswaanآ 

Waktu dan Tempat

Jum’at, 1 Agustus 2008 jam 14.00 (selesai shalat jum’at)) hingga selesai di Mushalla Asrama Haji Banda Acehآ 

Pelaksana

Dialog ini diorganisir dan dilaksanakan oleh Pengurus Wilayah Dewan Da’wah NADآ Banda Aceh, آ آ آ  28 Rajab 1429 Hآ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ 

31 juli 2008آ  Mآ آ آ آ آ 

Pelaksana,آ 

Said Azharآ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ آ 

koordinatorآ آ 

آ 

Pengurus Wilayah Dewan Da’wah Islamiah Indonesiaآ  Provinsi NADآ 

آ 

آ 

KEGIATAN PENGUATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN

آ Khusus untuk Dewan Da’wah, sebagai sebuah yayasan secara sistim memang tidak banyak persoalan, karena aturan-aturan yang mengatur tentang yayasan sudah jelas. Hanya saja ruang gerak agak terbatas, karena kewenangan penuh ada di Pembina Yayasan, dan sifatnya sentralistik. Persoalan yang agak serius terdapat pada kelembagaan dan individu, dimana secara struktur, kelembagaan Dewan Da’wah Aceh belum terjangkau untuk semua kabupaten/kota di Aceh, apalagi untuk kecamatan. Belum lagi kepengurusan yang sudah ada di 18 kabupaten/kota dari jumah 23 kabupaten tidak semuanya aktif. Pada tataran individu juga ada persoalan, di antaranya kesibukan akibat rangkap jabatan, komitmen, kapasitas dan minat bergabung dengan Dewan Da’wah yang masih menjadi tanda Tanya.

آ Menyadari kondisi seperti di atas, maka diperlukan langkah antisipasi berupa kegiatan penguatan kapasitas di tataran kelembagaan dan individu.

آ

آ TUJUAN

Kegiatan ini bertujuan untuk:

mengoptimalkan kembali operasional organisasi dalam rangka dakwah dan pemberdayaan masyarakat untuk percepatan pelaksanaan syariat Islam آ
tersedianya jaringan struktur kelembagaan yang memadai untuk merumuskan dan menjalankan program-program dakwah dan pemberdayaan masyarakat
tersedianya personil yang tangguh, baik intelektual, komitmen moral, semangat juang dan pengorbanan untuk memajukan dakwah
آ

آ SASARAN KEGIATAN

Kegiatan ini diarahkan pada pemulihan struktur pengurus di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh, baik berupa pemberian mandat, pembentukan/ pelantikanآ آ آ dan pengaktifan pengurus.

آ آ

BENTUK KEGIATAN

Kegiatan ini dikemas dalam dua paket, yakni; pembinaan pengurus di tingkat provinsi melalui kajian rutin setiap sabtu sore serta mekanisme rapat-rapat, baik pengurus harian, bidang dan pleno. Selanjutnya kegiatan juga diarahkan dalam bentuk supervisi melalui turba (turun bawah), dengan mengunjungi pengurus di Kabupaten/kota dan memberikan/menerima masukan, memotivasi dan melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam bentuk kursus singkat tentang manajemen, keorganisasian dan lain-lain sesuai kebutuhan di setiap lokasi.

آ آ

WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan ini berlangsung dari Januari s/d Desember 2010 dan berlokasi di seluruh Aceh dengan durasi,آ mingguan untuk tingkat wilayah dan bulanan untuk kabupaten/kota.

آ آ

SUMBER DANA

Untuk kelancaran kegiatan ini diharapkan sumber dana dari

Pemerintah Aceh
Pengurus Pusat Dewan Da’wah dan pihak ketiga lainnya yang tidak mengikat
آ آ

ANGGARAN YANG DIBUTUHKAN

Biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan ini sebanyak Rp. 54,417,800,- (lima puluh empat juta empat ratus tujuh belas ribu delapan ratus rupiah). Rincian terlampir.

آ

آ PELAKSANA

Kegiatan ini dilaksanakan oleh bidang Penguatan Kelembagaan dan Hubungan Antar Lembaga Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Aceh

آ آ

PENUTUP

Semoga rencana kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan dapat berjalan lancar, sehingga persoalan dakwah dan keummatan lainnya dapat teratasi sedikit demi sedikit yang nantinya berpunca kepada suksesnya program pelaksanaan syariat Islam secara kaffah di bumi Nanggroe Aceh Darussalam. Kepada semua pihak yang membantu program ini kami ucapkan terima kasih, seraya berharap Allah SWT. Meridhai dan memberi ganjaran yang setimpal.

Amien ya mujibassailin.

آ

Pengurus DDII Sabang Dilantik

“Orang Aceh dulu bekerja untuk Islam dan bangsa. Itu tidak mungkin terwujud tanpa bekerja dan beramal,â€‌ kata Hasanuddin. Pada kesempatan yang sama, DDII Aceh juga menggelar pelatihan dai yang diikuti sejumlah kader dai Kota Sabang.

Sementara Pengurus Daerah DDII Sabang yang dilantik, yaitu Drs Azhari Abubakar (Ketua), Khairuddin Harun SAg (Sekretaris), Walidin SE (Bendahara), Eriadi ST (Biro Diklat), Samsul Huda (Biro Penerangan), Muzakir (Biro Organisasi), Ikhsanuddin (Biro Riset), Ikhwan Mirza (Biro Keuangan), Nurlina (Biro Pembinaan Wanita) dan Taufiq Hidayat (Biro Pembinaan Sosial).(fs)