Dewan Da’wah Aceh Gelar Buka Puasa Bersama

Pengurus Wilayah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Perwakilan Aceh (Dewan Da’wah Aceh), Senin (29/6/2015) sore menggelar buka bersama masyarakat. Acara tersebut berlangsung di Markaz Dewan Da’wah Aceh di Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Kab. Aceh Besar.

Ketua Umum Dewan Da’wah Aceh, Tgk Hasanuddin Yusuf Adan mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan oleh Dewan Da’wah Aceh pada setiap tahunnya.

“Buka puasa tahun ini lebih meriah dari sebelumnya, karena kita bisa berbuka bersama dengan 300 orang, yang sebagian besar warga Gampong Rumpet, dan ditambah dengan kehadiran Bapak Camat dan Kapolsek Krueng Barona Jaya, Muslimat Dewan Da’wah Aceh, Pemuda Dewan Da’wah Aceh dan para undangan lainnya, dengan menu utamanya kuah beulangong. Kegiatan  ini terlaksana berkat kerjasama Dewan Da’wah Aceh dengan Yayasan Qatar Charity Perwakilan Aceh” kata Hasanuddin.

Adapun taushiah jelang berbuka disampaikan oleh Ketua Majelis Syura Dewan Da’wah Aceh Prof. Dr. Iskandar Usman, MA. Dalam taushiahnya Prof. Iskandar menyampaikan tentang perilaku ummat Islam yang sering salah ketika bulan Ramadhan tiba.

Dari sisi finansial seharusnya bulan ramadhan menjadi bulan yang lebih sedikit pengeluarannya untuk konsumsi dan memperbanyak  intensitas ibadah, akan tetapi kita malah banyak sekali pengeluarannya, dan yang disayangkan pengeluaran yang banyak tersebut tidak dinikmati secara maksimal, tetapi banyak  yang terbuang sehingga mubazir. Juga dengan berpuasa di bulan Ramadhan, kita diharapkan akan menjadi sehat. Tetapi sebaliknya banyak juga yang menjadi sakit karena teknis berbuka dan sahur yang salah.

“inilah perilaku yang harus segera diubah agar harapan ibadah puasa dapat melahirkan insan muttaqin sekaligus sehat dapat digapai oleh kita semua,” tutup Prof Iskandar [].

ADI Aceh Kirim Kafilah Da’wah ke Wilayah Perbatasan

Lembaga pendidikan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh mengirimkan mahasiswanya ke daerah perbatasan Aceh dan Sumatera Utara. Sebanyak 10 mahasiswa yang tergabung sebagai kafilah dakwah ini akan ditempatkan di Kab. Aceh Tamiang dan Kota Subulussalam. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur ADI Aceh Dr. Muhammad AR, M.Ed yang didampingi Panitia Pelaksana Dr. Abizal Muhammad Yati, Lc. MA kepada wartawan Sabtu 13 Juni 2015.

Muhammad AR mengatakan bahwa para kafilah dakwah ini nantinya akan ditempatkan di daerah-daerah terpencil yang banyak muallafnya di kedua Kab/Kota tersebut selama sebulan penuh di bulan puasa ini. Tugas utama mareka adalah menghidupkan ramadhan dengan berbagai kegiatan seperti mengajarkan Iqra, Al Qur’an dan Ilmu Agama kepada para keluarga muallaf.

“Para kafilah dakwah ini juga akan menjadi imam shalat taraweh dan penceramah. Mareka akan digilir dari meunasah ke meunasah dan dari mesjid ke mesjid. Pihak ADI Aceh juga sudah berkoordinasi dengan Pengurus Dewan Da’wah Kab/Kota untuk membantu pelaksanan kegiatan ini” kata Muhammad AR.

Selanjutnya jelas Muhammad AR tujuan dari pengiriman kafilah dakwah ini ke daerah perbatasan adalah membantu masyarakat di daerah tersebut untuk menghidupkan kegiatan ramadhan selain untuk memperkuat akidah mareka dari rayuan para misionaris.

“kita tentu tidak menginginkan saudara kita yang muallaf ini akan kembali ke agama asalnya karena kurangnya perhatian kita dalam membekali akidah mareka” jelasnya.

Kepada para kafilah dakwah ini Muhammad AR juga berpesan agar dalam menjalani tugas ini haruslah dibarengi dengan kesabaran sebab tantangan dakwah didaerah terpencil sangatlah besar, mengingat jumlah Muslim yang minoritas, disamping itu keadaan masyarakat yang masih sangat primitif dan sebagian besar mereka muallaf.

“Tugas sebagai kafilah dakwah ini sangatlah mulia karena pernah di emban oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Oleh karena itu gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Muhammad AR.

 

OKI SALUR PAKET SEMBAKO DI MARKAZ DEWAN DA’WAH

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1436 H, OKI (Organisasi Konferensi Islam) Perwakilan Aceh, Minggu, 7 Juni 2015 menyalurkan bantuan paket sembako kepada anak yatim dan fakir miskin  yang ada di Aceh Besar dan sekitaran Banda Aceh. Proses penyaluran paket sembako dipusatkan di Markaz Dewan Da’wah Aceh, Gampong Rumpet Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Sejumlah 200 paket, yang berisi 15 Kg beras, gula pasir, minyak makan, terigu, susu, teh, mentega dan 1 pak kurma, disalurkan untuk anak yatim Pesantren Ar-Rabwah Indrapuri, anak panti asuhan Desa Ceurih Ulee Kareng, muallaf dari Pesantren Baitul Arqam Sibreh, Santri Pesantren Ummahatul Mukminin Montasik, UKBA, perwakilan masyarakat Rumpet dan beberapa fakir miskin lainnya.

Koordinator OKI di Aceh, Mughni, menyatakan bahwa bantuan ini bersumber dari kaum muslim Turki yang tinggal di Eropa, khususnya Jerman dan tergabung dalam sebuah lembaga yang bernama Hasene. Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas mereka terhadap sesama muslimin, dan semoga dapat membantu kesulitan anak yatim dan fakir miskin yang menerimanya, khususnya dalam menghadapi bulan suci Ramadhan.  Lebih lanjut Mughni menjelaskan bahwa kegiatan serupa juga dipusatkan di Baitussalam, Seulimum, Pidie dan pengungsi Rohingya di Aceh Timur.

Sementara Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, selaku ketua umum Dewan Da’wah Aceh dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada OKI yang telah berusaha memfasilitasi bantuan ini, dan juga kepada kaum muslimin Turki yang bermukim di Eropa dan tergabung dalam Hasene. Selanjuntnya, kami mohon maaf, khususnya kepada masyarakat Gampong Rumpet, lokasi Markaz Dewan Da’wah Aceh, karena bantuan yang dapat kami usahakan sangat terbatas sehingga tidak dapat diterima oleh semua kaum dhuafa, semoga di kesempatan berikutnya akan ada bantuan-bantuan lain.

Di akhir pesannya, Tgk. Hasanuddin menyampaikan keinginan dari para donatur agar kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan sempurna, menjaga ukhuwah Islamiyah dengan tidak menebar permusuhan, iri hati dan kedengkian terhadapa sesama muslim, dan tidak lagi meninggalkan ibadah-ibadah wajib, khususnya shalat lima waktu.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh dua orang dari perwakilan Hasene, yang turut langsung membagikan paket bantuan sembako tersebut kepada para anak yatim dan fakir miskin.

 

Banda Aceh, 7 Juni 2015

 

Said Azhar

Sekum Dewan Da’wah Aceh

DEWAN DA’WAH DAN BKM ULEE KARENG BANTU MUSLIM ROHINGYA

Senin, 1 Juni 2015, Dewan Da’wah Aceh melakukan kunjungan kali kedua untuk menyalurkan bantuan ke posko pengungsi Muslim Rohingya yang ada di Kuala Cangkoi Seuneudon Aceh Utara. Bantuan berupa kain sarung, beras, pakaian layak pakai dan uang tunai sebesar 12,3 juta  diterima oleh koordinator relawan posko ACT. Pengungsi ini sudah sebulan lebih menepati lokasi Kuala Cangkoi, dan sudah ada komitmen dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam waktu dekat untuk menyiapkan tanah untuk relokasi pengungsi di  Kuta Makmur, dekat jalan pipa line dengan membangun shelter/tempat tinggal, demikian penjelasan koordinator posko ACT.

Zulfikar, SE selaku koordinator Posko Dewan Da’wah Aceh, didampingi perwakilan dari BKM Baitusshalihin Ulee Kareng, dalam prosesi penyaluran bantuan menyampaikan keprihatinan mendalam dengan derita Muslim Rohingya, dan mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang akan menyiapkan tempat tinggal sementara untuk muslim Rohingya. Semoga kebijakan ini disahuti juga oleh Pemerintah Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur secara khusus untuk pengungsi di sana, dan Pemerintah Aceh serta Indonesia secara umum.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada donatur yang sudah menyalurkan bantuan melalui Dewan Da’wah dan BKM Baitusshalihin Ulee Kareng, dan bantuan yang kami berikan ini tidak seberapa dibandingkan dengan musibah dan pengorbanan yang ditanggung oleh saudara kami dari Rohingya, semoga Allah Swt memberi kesabaran kepada mereka dan kepada yang sudah menyumbang semoga menjadi sedekah jariyah yang akan dibalas oleh Allah Swt. baik di dunia maupun akhirat, kata Zulfikar mengakhiri sambutannya.

Adapun data jumlah pengungsi muslim Rohingya yang selama ini sudah ada di Aceh adalah sebagai berikut:

Tempat Penampungan

Rohingya

Bangladesh

TOTAL

Laki-laki

Perempuan

Anak-Anak

Jumlah

Laki-laki

Kuala Langsa – Kota Langsa

118

76

63

257

426

683

Bayeun – Aceh Timur

187

86

84

357

52

409

Rawa Cangkoi – Aceh Utara

168

69

92

329

40

369

Gedung SKB – Aceh Tamiang

27

12

 

39

9

48

 

Banda Aceh, 3 Juni 2015

Pengurus Dewan Da’wah,

 

Zulfikar, SE

Ketua Bid. Sosial dan Penanggulangan Bencana

DEWAN DA’WAH DAN SALIMAH PIDIE BANTU MUSLIM ROHINGYA

Dalam rangka mewujudkan ukhuwah Islamiyah dan solidaritas kemanusiaan, Dewan Da’wah dan Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Pidie mengunjungi Muslim Rohingya yang diusir dari kamuing halamannya, dan saat ini mereka terdampar di beberapa tempat di Aceh

Di wilayah Aceh Utara, tepatnya di Kuala Cangkoi Lhoksukon,  sekitar 581 orang dengan rincian wanita 76 orang, laki-laki 462 orang anak-anak sebanyak 43 orang. Sementara di wilayah Kuala Langsa berjumlah 790 Orang dengan rincian wanita 70 Orang, pria 660 orang dan anak-anak 60 orang. di wilayah Tamiang 47 orang imigran Rohingya menetap di Desa Sungai Keruk, Kecamatan Seruway, 12 gadis dan 35 pemuda

Selain itu ada yang baru merapat malam kemarin di Kuala Julok Aceh Timur sebanyak 500 dan mereka sudah dibawa ke penampungan di Kuala Langsa.org baru datang tadi malam, mendarat di Kuala Julok Aceh Timur.

Dalam kunjungan kali ini, Rabu, 20 Mei 2015, Dewan Da’wah Dan Salimah Pidie menyalurkan bantuan ke posko pengungsi yang ada di Kuala Cangkoi Seuneudon Aceh Utara. Bantuan berupa pakaian dalam dan baju wanita, pembalut, susu siap minum, milo, biskuit dan peralatan mandi (sabun, sampho dan minyak rambut) dan uang tunai sebesar 14 juta.  Bantuan diterima oleh koordinator relawan posko ACT dan Kammi. Pengungsi ini sudah dua minggu menepati lokasi Kuala Cangkoi, dan kalau pemerintah menyiapkan tanah pihak ACT sudah berkomitmen untuk membangun barak bagi mereka, karena lokasi sekarang yang dekat laut tidak kondusif untuk pengungsi dalam jangka waktu lama, demikian penjelasan relawan ACT.

Junaidi, SH., MH selaku ketua Dewan Da’wah Pidie, didampingi Ainul, S.Pd Ketua Muslimah Pidie, dalam prosesi penyaluran bantuan menyampaikan keprihatinan mendalam dengan derita Muslim Rohingya, dan menghimbau agar Pemerintah Aceh melalui Pemerintah Pusat agar mengizinkan mereka menetap di Aceh. Apalagi orang Aceh sangat terbuka dalam menerima dan membantu mereka. Ini terbukti ketika negara lain menolak mereka, Indonesia, melalui orang Aceh dengan lapang dada menerima dan membantu mereka secara spontanitas.

 Kami juga mengucapkan terima kasih kepada donatur yang sudah menyalurkan bantuan melalui Dewan Da’wah dan Salimah Pidie, dan bantuan yang kami berikan ini tidak seberapa dibandingkan dengan musibah dan pengorbanan yang ditanggung oleh saudara kami dari Rohingya, semoga Allah Swt memberi jalan keluar terbaik atas masalah ini, kata Junaidi mengakhiri sambutannya.

 

 

Pidie, 21 Mei 2015

Pengurus Dewan Da’wah Pidie

 

Drs. Yusmadi, M.Pd

sekrataris

Dewan Da’wah Aceh Buka Posko Galang Bantuan Untuk Muslim Rohingya

Dalam rangka meringankan beban dan penderitaan Muslim Rohingya yang mendarat di beberapa pelabuhan di Aceh akibat diusir dan dibunuh di negaranya sendiri, Myanmar, Dewan Da’wah Aceh bekerjasama dengan BKM Mesjid Baitusshalihin membuka posko penggalangan bantuan yang berpusat di Masjid Baitusshalihin, Ulee Kareng Banda Aceh. Kepada para aghniya dan donatur dapat menyalurkan bantuan dengan menghubungi nomor telepon koordinator (Zulkfikar/HP. 08126908733), atau langsung ke rekening Bank Aceh Syariah rekening nomor 612 01 08 0000315 atas nama Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.

Kebutuhan mendesak sesuai urutan

  1. Sembako
  2. Susu untuk anak-anak dan orang dewasa
  3. Peralatan Shalat (mukena, sarung, sajadah dan al-Quran)
  4. Pampers Anak-anak dan pembalut wanita
  5. Peralatan mandi (sabun mandi, odol, sikat gigi, shampoo dll)
  6. Tas untuk menyimpan pakaian

Untuk  informasi, jumlah pengungsi saat ini adalah;

Di wilayah Aceh Utara sekitar 581 orang dengan rincian wanita 76 orang, laki-laki 462 orang anak-anak sebanyak 43 orang.

Di wilayah Langsa berjumlah 790 Orang dengan rincian wanita 70 Orang, pria 660 orang dan anak-anak 60 orang.

di Wilayah Tamiang 47 orang imigran Rohingya di Desa Sungai keruk, kecamatan Seruway, 12 gadis dan 35 pemuda

Penampungan Kuala Langsa sebanyak 790. Mereka terdiri atas 420 imigran asal Bangladesh dan 370 imigran dari Myanmar. Semua imigran dari Bangladesh berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan yang dari Myanmar terdiri atas 240 laki-laki dewasa, 70 perempuan dewasa, dan 60 anak-anak.

500 org baru datang  dan mendarat di Kuala Julok Aceh Timur sekarang sudah dievakuasi ke Kuala Langsa