ADI Aceh Adakan MASTAMA

Banda Aceh (26/8) — Sebanyak 17 mahasiswa baru Aka­demi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh mengikuti Masa Taaruf Mahasiswa (Mastama) di Markas Dewan Dakwah Aceh, Desa Rumpet, Ke­ca­ma­tan Krueng Barona Jaya, Kabu­paten Aceh Besar.

Kegiatan yang bertajuk “Menyiapkan generasi Da’i Ilallah yang berwawasan Luas dan menjunjung tinggi Akhlaqul Karimah” tersebut ber­langsung selama 3 hari dari hari senin (26/8/2019) sampai dengan Rabu (28/8/2019).

Kegiatan pembukaan MASTAMA ADI Aceh dihadiri oleh Ketua Dewan Dakwah Aceh Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MA, Sekretaris Dewan Dakwah Aceh, beserta pengurus ADI Aceh.

Ketua Panitia Pelaksana, Hanisullah, M.Pd mengatakan, kegiatan Mastama tersebut bertujuan untuk memperkenalkan program dan sistem perku­lia­han serta peraturan yang berlaku di ADI Aceh. Selain itu, mahasiswa baru akan mendapatkan penjelasan materi-materi yang berkaitan dengan dunia Islam dan dakwah agar menjadi bekal selama mengikuti perkuliahan.

“MASTAMA kali ini berbeda dari MASTAMA sebelumnya yaitu dilakukan pembukaannya pada malam hari dan juga di jadwalnya selama MASTAMA calon mahasiswa diwajibkan utk melakukan qiyamullail dan ini berlaku selama di ADI Aceh,” ujar hanis

sementara itu, Direktur ADI Aceh, Dr Muham­mad AR MEd mengatakan, ADI mem­punyai misi membantu mengawal pe­lak­sanaan syariat Islam dan mengan­tisipasi pendakalan akidah serta me­nyiapkan kader-kader dai yang mam­pu menjadi imam dan khatib salat Jumat yang nantinya akan ditempat­kan di daerah-daerah perbatasan dan pedalaman Aceh.

ADI merekrut mahasiswa baru dari daerah-daerah yang jauh dari dakwah Islam dengan harapan nantinya akan menjadi kader penerus dakwah di ma­sa yang akan datang. Mereka merupa­kan hasil seleksi dan verifikasi yang di­lakukan Tim Penerimaan Mahasis­wa Baru ADI beberapa waktu lalu.

“Dari puluhan yang mendaftar ha­nya 17 orang yang dinyatakan lulus,” ujar Muhammad AR

Muhammad menguraikan, Sebagian besar mahasiswa berasal dari daerah perbatasan dan pe­dalaman Aceh, di antaranya dari Subulussalam sebanyak 9 orang, Aceh Singkil 3 orang, Aceh Tenggara 1 orang Aceh Selatan 2 orang, Aceh Tamiang satu orang dan Gayo Lues 2 orang.

“Selama belajar di ADI Aceh, semua biaya kuliah, biaya asrama dan biaya makan digratiskan,” Terang Dosen UIN Ar Raniry ini

Muhammad AR yang juga Wakil Ketua Dewan Dakwah Aceh ini men­jelaskan, tenaga pengajar di ADI ter­diri atas 15 doktor dan puluhan master, lulusan sejumlah kampus di luar dan dalam negeri.

“Mahasiswa ADI belajar selama satu tahun dengan fokus utama mampu menghafal Alquran minimal dua juz, pemantapan bahasa Arab dan penguatan akhlak. Kemudian akan diseleksi kembali untuk melanjutkan kuliah program S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Jakarta, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam,” tutup Da’i yang dikenal ramah ini