Menarik Hari Ini

Beberapa aturan berbisnis menurut Islam

Larangan menimbun barang kebutuhan pokok yang diperlukan masyarakat. Hal ini didasarkan pada beberapa hadits nabi Muhammad saw yang berbunyi:“Siapa yang merusak harga pasar, sehingga harga tersebut melonjak tajam, maka Allah akan menempatkannya di dalam neraka pada hari kiamat.â€‌ (HR. At-Tabrani dai ma’qil bin Yasar).“Siapa yang melakukan penimbunan barang dengan tujuan merusak harga pasar, sehingga harga naik secara tajam, maka ia telah berbuat salah.â€‌ (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).“Para pedagang yang menimbun barang makanan (kebutuhan pokok manusia) selama 40 hari, maka ia terlepas dari (hubungan dengan) Allah, dan Allah pun melepaskan (hubungan dengan)-nya.â€‌ (HR. Ibnu Umar).Menurut ajaran Islam setiap orang hanya diijinkan mendapatkan barang apa yang dibutuhkan dan tidak diperkenankan berlebih-lebihan seperti dijelaskan dalam QS 3:180.

آ Membelanjakan harta seperlunya. Perintah ini dapat ditemui dalam QS 25:67, QS 7: 31.

Tidak ada batasan mengenai selisih keutungan (profit margin) dari suatu perdagangan sepanjang pihak-pihak yang bertransaksi rela dan tidak saling mendhalimi.

Tidak melakukan transaksi barang-barang yang haram, seperti minuman alkohol dsb.

Tidak melakukan transaksi barang-barang najis. Namun perlu dicatat bahwa ada perbedaan di kalangan ulama mengenai kategori barang-barang yang dianggap najis dan yang bukan. Catatan: mengenai kotoran ternak/pupuk kandang, sebagian ulama berpandangan bahwa transaksi semacam itu bisa dilihat sebagai sebuah jasa memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain dan bukan jual-beli kotoran ternak itu sendiri, dengan demikian transaksi seperti itu diperbolehkan.

sumber http://obrolanislam.wordpress.com/2008/05/06/beberapa-hal-penting-berbisnis-menurut-islam/

آ 

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*